Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Pembakaran Bendera Tauhid Oleh Oknum Banser (Foto: Youtube)
Dream - Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyayangkan pembakaran bendera bertuliskan kalimat Tauhid yang dilakukan oleh oknum Barisan Serba Guna (Banser) di Garut, Jawa Barat. Tindakan itu dinilai kebablasan.
" Pembakaran bendera yang di dalamnya bertuliskan kalimat Syahadat seharusnya tidak perlu terjadi. Aksi itu sudah kebablasan, apalagi dilakukan pada saat peringatan Hari Santri," kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, di Jakarta, Selasa 23 Oktober 2018.
Dia mengatakan, meski bertujuan membangun nasionalisme, pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) itu juga tidak dapat dibenarkan.
" Jika yang mereka maksudkan adalah membakar bendera HTI maka ekspresinya bisa dilakukan dengan cara yang lain, cukup dengan aksi simbolik dan tidak harus verbal," ucap dia.
Mu'ti melanjutkan, ketika hendak melakukan tujuan yang dianggap baik, seharusnya dilakukan dengan cara yang baik pula. Tidak membuat tindakan yang dapat menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
PP Muhammadiyah juga meminta kepada Banser segera meminta maaf secara terbuka terkait kasus ini. " Pihak Banser Garut harus meminta maaf kepada umat Islam atas tindakan yang tidak bertanggung jawab dari anggota mereka," ujar dia.
Mu'ti meminta masyarakat tak menanggapi kasus ini secara berlebihan. Bagi masyarakat yang tak terima dengan pembakaran ini, hendaknya menempuh jalur hukum. Dia juga meminta polisi mengusut kasus ini secara profesional.
" Sangat wajar apabila sebagian umat Islam marah terhadap aksi pembakaran kalimat Tauhid. Walapun demikian, masyarakat, khususnya umat Islam, tidak perlu menanggapi persoalan pembakaran bendera secara berlebihan," kata dia.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya