Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ustaz Maaher At-Thuwailibi (Foto: Merdeka.com)
Dream - Keluarga Ustaz Maaher At-Thuwailibi menegaskan tak ada penyiksaan yang dialami tersangka kasus ujaran kebencian tersebut selama di dalam tahanan. Keluarga memastikan Maaher meninggal karena sakit radang usus akut.
" Nah itu (soal sempat disiksa) kami tegaskan dari pihak keluarga itu enggak bener," kata kakak Maaher, Jamal, dikutip dari Merdeka.com, Selasa 9 Februari 2021.
Menurut Jamal, banyak yang bertanya kepada keluarga Maaher tentang kabar adanya penyiksaan itu. Dia memastikan kabar penyiksaan tersebut tidak benar.
" Kalau untuk itu bisa dipastikan enggak benar karena kami juga di beberapa media coba buat bantu counter hoaks itu," tegasnya.
" Karena kan, ya sudah beliau sudah meninggal dan enggak ada sisa napas pun, ya sudah," tambah Jamal.
Maaher meninggal dunia di Rutan Bareskrim Polri karena sakit yang dialaminya. Ia menghembuskan nafas terakhirnya itu pada Senin, 8 Februari 2021 kemarin.
Novel Bamukmin, kuasa hukum Maaher, menilai, penangan medis yang diberikan kepada kliennya yang mempunyai sakit radang usus akut itu sangat buruk.
" Sakit radang usus akut dan penyakit kulit, karena alergi cuaca dan penanganan medis yang buruk," kata Novel saat dihubungi merdeka.com, Selasa 9 Februari 2021.
Ia pun meminta kepada tim medis untuk menjelaskan terkait penyebab meninggalnya Ustaz Maaher tersebut. Pihaknya juga akan meminta kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk membentuk tim dalam mencari tahu penyebab kematian almarhum.
" Kami sebagai kuasa hukum meminta keterangan terbuka dari tim medis setempat untuk mengklarifikasi sebab kematian tersebut. Dan kami akan meminta kepada IDI untuk dibentuknya tim medis independen kalau memang kematian Ustaz Maaher ada kejanggalan," ujarnya.
Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Yuwono mengatakan, jika Ustaz Maaher meninggal dunia karena sebuah penyakit. Namun, penyakit apa yang dideritanya itu dirinya tak membeberkan secara rinci.
" Kemudian yang menjadi pertanyaan kenapa Soni Eranata itu meninggal? Ini karena sakit meninggalnya. Saya tidak bisa menyampaikan sakitnya apa, karena ini sakitnya sensitif. Ini bisa berkaitan dengan nama baik almarhum. Jadi kita tidak bisa menyampaikan secara jelas sakitnya apa, karena penyakitnya sensitif," kata Argo kepada wartawan.
" Jadi kita tidak bisa menyampaikan secara jelas sakitnya apa, karena penyakitnya sensitif. Yang terpenting bahwa dari keterangan dokter dan perawatan yang ada saudara Soni Eranata ini sakitnya sensitif yang bisa membuat nama baik keluarga juga bisa tercoreng kalau kami sebutkan disini," pungkasnya.
Sumber: merdeka.com
Dream - Ustaz Maaher Ath Thuwailibi meninggal dunia saat menjalani penahanan di Rutan Bareskrim Polri pada Senin, 8 Februari 2021. Pria bernama asli Soni Eranata ini ditahan atas dukaan kasus ujaran kebencian.
Kuasa Hukum Ustaz Maaher, Djuju Purwantara, mengatakan jenazah kliennya akan dimakamkan di komplek Pondok Pesantren Tahfiz Daarul Quran, Kota Tangerang. Makam Ustaz Maaher berdekatan dengan makam Dai Kenamaan, Syeikh Ali Jaber.
" Bersamaan dengan makamnya almarhum Ali Jaber ya," kata Djuju, dikutip dari Liputan6.com.
Djuju mengatakan, lokasi pemakaman merupakan tawaran dari Ustaz Yusuf Mansur selaku pengasuh Ponpes Tahfiz Daarul Quran. Tawaran tersebut disampaikan kepada pihak keluarga.
" Ada semacam penawaran dari Ustaz Yusuf Mansur," kata dia.
Di Instagram, Ustaz Yusuf Mansur mengumumkan jenazah Ustaz Maheer dimakamkan di Daarul Quran. Tetapi, Ustaz Yusuf meminta masyarakat untuk tidak datang mengikuti prosesi pemakaman di Daarul Quran mengingat masih pandemi Covid-19.
" Doain aja, dari masing-masing tempat," kata Ustaz Yusuf.
Ustaz Yusuf menjelaskan kepergian Ustaz Maheer menyisakan duka mendalam bagi keluarganya almarhum. Khususnya bagi sang istri.
" Sang istri yang tidak bekerja kini harus sendirian membesarkan anak-anaknya yang masih berusia 3 dan 2 tahun. Saat ini, ketiganya tinggal di rumah kontrakan di bilangan Cimanggu, Bogor," kata Ustaz Yusuf.
Ustaz Yusuf pun mengajak semua pihak memberikan bantuan bagi keluarga Ustaz Maheer. Sehingga beban keluarga Ustaz Maheer dapat berkurang.
" Karena seperti hadis Nabi SAW yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, mereka yang berusaha menyantuni janda dan orang miskin adalah seperti mujahid di jalan Allah," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya