Sosok Abah Gimbal, Guru Dimas Kanjeng yang Misterius

Reporter : Puri Yuanita
Senin, 7 November 2016 16:16
Sosok Abah Gimbal, Guru Dimas Kanjeng yang Misterius
Penyidik tengah mencari orang yang disebut Abah Gimbal yang katanya berusia 600 tahun lebih dan tugasnya sebagai penunggu 9 gudang gaib.

Dream - Setelah sekian lama keberadaannya membuat publik bertanya-tanya, akhirnya polisi berhasil meringkus tujuh `maha guru` palsu tersangka kasus dugaan pembunuhan, Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Penangkapan dilakukan di rumah mereka masing-masing di kawasan Tomang, Jakarta Barat, Sabtu malam 5 November 2016. 

Penangkapan dilakukan Ditreskrimum Polda Jawa Timur yang dipimpin Kasubdit Jatanras, AKBP Taufik 

Usai tertangkap, 7 maha guru palsu itu diterbangkan dari Jakarta menuju Mapolda Jawa Timur. Mereka akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus penipuan.

Hingga Minggu, 6 November 2016, tim penyidik terus melakukan pemeriksaan. Dan akhirnya berhasil menguak keterlibatan SP Maranata dalam penipuan bermodus penggandaan uang dengan tersangka utama Taat Pribadi.

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol RP Argo Yuwono menjelaskan, penyidik setidaknya fokus pada tiga persoalan yang ada di Jakarta.

Pertama, menggali informasi di Hotel Merlynn Park yang berlangsung 14-19 Maret. Kedua, memperdalam keberadaan Hanna Bank yang informasinya datang dalam pertemuan di Hotel Merlynn Park dan ketiga mencari 7 maha guru yang diangkat oleh Taat Pribadi.

" Semua itu atas pengakuan tersangka Maranata alias Vijay dan penyidik sangat fokus untuk menguak ini semua," ujar Kombes Pol RP Argo Yuwono ombes Argo.

1 dari 2 halaman

Vijay Jadi Saksi Kunci Kasus Dimas Kanjeng

Vijay Jadi Saksi Kunci Kasus Dimas Kanjeng © Dream

Dream - Dalam menguak kejahatan yang diduga dilakukan Taat Pribadi, penyidik juga mendalami penyidikan terhadap aliran dana yang diterima Vijay.

Sesuai keterangan sementara, Vijay baru menerima aliran dana Rp2 Miliar. Namun informasi yang masuk nilainya lebih dari Rp13 Miliar.

Informasi yang berkembang, pria keturunan India itu adalah saksi kunci dalam kasus dugaan penipuan yang memakan korban dari berbagai daerah di Indonesia.

Bahkan kasus penipuan ini juga memakan beberapa korban jiwa di antaranya Ismail Hidayah dan Abdul Gani.

Dalam proses pemeriksaan, Vijay mengaku bahwa pertemuan di Hotel Merlynn Park pada 14-10 Maret 2016 lalu merupakan setingan pemilik Padepokan Dimas Kanjeng.

Dalam pertemuan di hotel yang dihadiri para pengikut Taat, Vijay menyeting seolah-olah acara itu dihadiri pihak bank yang diakui sudah kerjasama. Padahal orang yang diberi seragam bank dan hadir di hadapan masyarakat hanya orang biasa. 

 

2 dari 2 halaman

Pengangkatan 7 Maha Guru Palsu

Pengangkatan 7 Maha Guru Palsu © Dream

Dream - Peran Vijay yang lain adalah mencari 7 orang yang diangkat sebagai maha guru oleh pemilik padepokan di Dusun Sumber Cengkelek Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo. Padahal 7 orang yang kini dalam pencarian polisi itu tidak mengerti apa-apa.

Pengangkatan tujuh orang sebagai maha guru hanya untuk mengagungkan nama Taat Pribadi di mata pengikutnya. Penyidik juga tengah mencari orang yang disebut Abah Gimbal yang katanya berusia 600 tahun lebih dan tugasnya sebagai penunggu 9 gudang gaib.

" Ketujuh maha guru Dimas Kanjeng Taat Pribadi, masing masing R alias Abah Abdurohman, AK alias Abah Aolaeman Agung, M alias Abah Nogososro, Mar alias Abah Kholil, A alias Abah Kalijogo, S, dan Sut alias Abah Sutarno," terang Kombes Pol RP Argo Yuwono.

Maha guru ini direkrut oleh Vijay, yang sebelumnya tertangkap terlebih dahulu. Namun demikian, semua aksi penipuan ini diotaki oleh Taat Pribadi

Sementara versi tersangka Taat saat diperiksa penyidik, uang Rp2 triliun dibawa oleh Abah Dofir asal Tomang, Jakarta. Diduga pula uang yang lain juga dititipkan ke Abah lainnya, seperti Abah Abdurahman.

(Ism, Sumber: tribratanews.com)

Beri Komentar