Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Kisah Pejuang `45 Jadi Tukang Timbang Keliling

Reporter : Sandy Mahaputra
Rabu, 17 September 2014 15:15
Kisah Pejuang `45 Jadi Tukang Timbang Keliling
Pejuang veteran perang 45 ini tak gengsi melakoni pekerjaan tersebut. Dudung memang tanpa ingin di hari tuanya bergantung pada anak cucunya, yang sudah tak terhitung.

Dream - Terik matahari tak menyurutkan semangat Emin Dudung menjajakan jasa timbang berat badan di jalanan. 

Secara kasat mata tak terlihat bahwa Dudung merupakan pejuang veteran perang 45. Dia tak gengsi melakoni pekerjaan itu. Dudung memang tak ingin di hari tuanya bergantung pada anak cucunya, yang sudah tak terhitung.

Mengawali aktivitas sekitar pukul 08.00 WIB dengan modal timbangan tua. Dudung pergi menggunakan angkutan kota dan menjajakan timbangan di kawasan pusat belanja Factory Outlet (FO).

Di sana dia menggelar timbangan bagi siapa saja yang mau menggunakan jasanya itu. " Aki enggak pasang tarif, biasa seridhonya saja," ujar Dudung dikutip Dream.co.id dari laman Merdeka.com, Rabu 17 September 2014. Dudung menyebut penghasilan seharinya bisa mencapai Rp 30-50 ribu.

Pendengaran Dudung tidak begitu sempurna. Bahkan jika bicara dia harus sedikit berteriak. Tapi semangat hidup harus diacungi jempol.

Hasil dari kerjanya itu dia bagikan ke orang seisi rumahnya di bilangan Kiaracondong, Bandung. Di rumah yang berada kawasan padat penduduk itu kini dihuni tiga keluarga. " Dibagi-bagikan saja, ini cuma kemauan saya biar sehat, cari rizki halal. Ini saya cuma ingin main saja," ungkapnya.

Dudung sudah 9 tahun menjadi tukang timbangan keliling. Alasannya ia akan sakit jika hanya diam di rumah.

Lantas sampai kapan aki akan menjadi tukang timbangan keliling? " Sampai aki enggak diberi kesehatan lagi. Aki masih kuat, sehat, bahkan dulu aki pernah enggak tidur sampai delapan hari," kata dia.

Secara materi aki memang tidak serba kekurangan. Apalagi anak cucunya masih sangat menyayangi sosok aki ini.

Salah satu cucunya, Ari Supriatna (29) mengatakan sebelum menjadi tukang timbang keliling, aki pernah menjadi tukang jas hujan, tukang antar kue. " Karena aki masih ingin cari uang sendiri, enggak mau mengharapkan orang lain. Makanya saya sebagai cucu mengatakan umur mah boleh 100, tapi semangatnya muda," kata Ari.

Ia menambahkan, Aki sering marah jika dihalang-halangi agar bekerja. Sebab, keluarga khawatir dengan kesehatannya. " Tapi ya aki jawabnya biar sambil olahraga saja."

Tidak ada yang tahu usia pasti aki Dudung. Cucunya hanya mendapatkan kabar aki kelahiran 1912. Jika benar maka usianya sudah 100 lebih! (Ism)

Beri Komentar