Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Emin Dudung (Merdeka.com)
Dream - Terik matahari tak menyurutkan semangat Emin Dudung menjajakan jasa timbang berat badan di jalanan.
Secara kasat mata tak terlihat bahwa Dudung merupakan pejuang veteran perang 45. Dia tak gengsi melakoni pekerjaan itu. Dudung memang tak ingin di hari tuanya bergantung pada anak cucunya, yang sudah tak terhitung.
Mengawali aktivitas sekitar pukul 08.00 WIB dengan modal timbangan tua. Dudung pergi menggunakan angkutan kota dan menjajakan timbangan di kawasan pusat belanja Factory Outlet (FO).
Di sana dia menggelar timbangan bagi siapa saja yang mau menggunakan jasanya itu. " Aki enggak pasang tarif, biasa seridhonya saja," ujar Dudung dikutip Dream.co.id dari laman Merdeka.com, Rabu 17 September 2014. Dudung menyebut penghasilan seharinya bisa mencapai Rp 30-50 ribu.
Pendengaran Dudung tidak begitu sempurna. Bahkan jika bicara dia harus sedikit berteriak. Tapi semangat hidup harus diacungi jempol.
Hasil dari kerjanya itu dia bagikan ke orang seisi rumahnya di bilangan Kiaracondong, Bandung. Di rumah yang berada kawasan padat penduduk itu kini dihuni tiga keluarga. " Dibagi-bagikan saja, ini cuma kemauan saya biar sehat, cari rizki halal. Ini saya cuma ingin main saja," ungkapnya.
Dudung sudah 9 tahun menjadi tukang timbangan keliling. Alasannya ia akan sakit jika hanya diam di rumah.
Lantas sampai kapan aki akan menjadi tukang timbangan keliling? " Sampai aki enggak diberi kesehatan lagi. Aki masih kuat, sehat, bahkan dulu aki pernah enggak tidur sampai delapan hari," kata dia.
Secara materi aki memang tidak serba kekurangan. Apalagi anak cucunya masih sangat menyayangi sosok aki ini.
Salah satu cucunya, Ari Supriatna (29) mengatakan sebelum menjadi tukang timbang keliling, aki pernah menjadi tukang jas hujan, tukang antar kue. " Karena aki masih ingin cari uang sendiri, enggak mau mengharapkan orang lain. Makanya saya sebagai cucu mengatakan umur mah boleh 100, tapi semangatnya muda," kata Ari.
Ia menambahkan, Aki sering marah jika dihalang-halangi agar bekerja. Sebab, keluarga khawatir dengan kesehatannya. " Tapi ya aki jawabnya biar sambil olahraga saja."
Tidak ada yang tahu usia pasti aki Dudung. Cucunya hanya mendapatkan kabar aki kelahiran 1912. Jika benar maka usianya sudah 100 lebih! (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya