7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Kementerian Kesehatan memutuskan untuk memberikan vaksin dosis ketiga untuk tenaga kesehatan (Nakes). Keputusan ini diambil berdasarkan hasil studi terhadap tingkat perlindungan vaksin para Nakes yang menangani pasien Covid-19 setelah mendapatkan dua dosis vaksin penuh.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengungkapkan studi tersebut dijalankan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes pada rentang waktu Januari-Juni 2021. Studi melibatkan 71.455 nakes di Jakarta.
" Studi mengamati kasus konfirmasi Covid-19, perawatan, dan kematian karena Covid-19 pada tenaga kesehatan yang sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 satu dosis, dua dosis, dan yang belum divaksinasi," ujar Nadia, disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Hasil studi menyimpulkan para Nakes yang sudah divaksin cukup terlindungi dari paparan Covid-19 selama periode Januari-Maret 2021. Namun pada April-Juni 2021, dua dosis vaksin ternyata kurang cukup memberikan perlindungan pada Nakes yang sehari-hari bersinggungan dengan pasien.
" Meskipun demikian, vaksinasi lengkap masih efektif melindungi dari risiko perawatan dan kematian akibat Covid-19," tegas Nadia.
Selama Januari-Maret, proporsi Nakes yang menjalani perawatan akibat Covid-19 sebanyak 12 persen belum divaksinasi, 19,3 persen mendapatkan satu dosis, dan 18 persen mendapatkan dosis penuh. Namun, pada April-Juni justru terjadi peningkatan.
" April-Juni tenaga kesehatan yang dirawat belum divaksin meningkat 2 kali lipat menjadi 24 persen, yang telah divaksinasi dosis pertama turun menjadi 8,1 persen, sementara yang sudah divaksin dosis lengkap berkurang enam kali lebih rendah menjadi 3,3 persen," kata dia.
Selama triwulan pertama 2021 tercatat 20 Nakes meninggal dunia. Dari angka tersebut, 75 persen merupakan Nakes yang belum mendapatkan vaksinasi ataupun baru dapat satu dosis.
Sementara secara persentase, tingkat fatalitas Nakes belum divaksin sebesar 0,68 persen, perawat dapat satu dosis 0,3 persen dan perawat dengan dua dosis vaksin 0,2 persen.
Sedangkan pada triwulan kedua 2021 (April-Juni), tingkat fatalitas pada April-Juni Nakes belum divaksin mencapai 2,5 persen, divaksin dosis pertama 1,85 persen, lengkap dua dosis turun hingga 0,16 persen.
" Peningkatan proporsi kematian terjadi pada periode kedua pada tenaga kesehatan yang belum atau hanya divaksin satu dosis," kata Nadia.
Terkait kemanjuran, pada Januari-Maret tingkat efektivitas vaksin mencegah perawatan sebesar 74 persen. Angka efektivitas itu justru menurun menjadi 53 persen pada April-Juni.
Sedangkan efektivitas dalam mencegah kematian sebesar 95 persen pada Januari-Maret. Angka tersebut juga menurun menjadi 75 persen pada April-Juni.
" Ini membuktikan bahwa vaksinasi masih terbukti sebagai alat yang efektif dalam menekan risiko perawatan dan kematian pada tenaga kesehatan walaupun risiko paparan virus terhadap tenaga kesehatan sangat tinggi," kata dia.
Studi ini menjadi dasar Kemenkes memberikan vaksin dosis ketiga bagi nakes. Nadia juga menegaskan dosis ketiga hanya untuk nakes dan tenaga pendukungnya karena memiliki risiko lebih tinggi.
" Kunci penanganan Covid-19 adalah semakin banyak dan semakin cepat sasaran vaksinasi mendapatkan dosis satu dan dosis dua secara lengkap," ucap Nadia.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?