Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Tinggi Badan Pria (sumber: Http://www.huffingtonpost.com)
Dream - Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pria dengan tinggi badan cukup jangkung biasanya menikah di usia yang lebih muda dibandingkan dengan pria dengan tinggi badan rata-rata atau di bawah rata-rata. Sayangnya, pernikahan para pria jangkung ini justru tidak bisa berlangsung lama.
Hasil penelitian ini seolah makin memperteguh anggapan masyarakat berbadan tinggi jauh lebih baik dibandingkan rekannya yang lain. Sejumlah penelitian selama ini telah lama mengetahui jika pria jangkung rata-rata memiliki karier yang lebih bagus. Sekitar 90 persen CEO perusahaan besar memiliki tinggi di atas rata-rata. Tidak hanya, studi terbaru menunjukkan bahwa kelebihan beberapa inci dari tinggi seseorang bisa meningkatkan pendapatan orang tersebut.
Terkait studi terbaru ini, data dari Panel Study of Income Dynamics, yang telah melakukan survei di keluarga Amerika Serikat sejak tahun 1968, menemukan bahwa pria jangkung cenderung menikah lebih awal daripada laki-laki yang lebih pendek. Secara statistik, mereka lebih mungkin untuk menikahi wanita yang lebih tua dan berpendidikan tinggi.
Mengutip laporan The Telegraph, Rabu, 26 Agustus 2014, Para penulis dari penelitian ini mengatakan bahwa hubungan antara tinggi seseorang dengan daya tarik, maskulinitas, dan status adalah alasan memungkinkan munculnya tren ini.
Namun hasil penelitian ini tidak semuanya menjadi berita buruk bagi pria pendek. Disebutkan, pria pendek lebih lama dalam membina rumah tangga mereka dibanding pria jangkung. Tingkat perceraian di kalangan pria pendek secara signifikan lebih sedikit dibanding dengan pria jangkung dan yang memiliki tinggi rata-rata.
Pria pendek juga mendapat kelebihan lain dari pasangannya yang cenderung kurang berpendidikan. Hal ini dapat dilihat dari cara orang pendek yang menggunakan kekurangan fisiknya saat memberi uang belanja pada istrinya. Sebaliknya, perbedaan pendapatan suami-istri bagi pria jangkung tidak terlalu kelihatan.
" Hal ini semakin menegaskan adanya pertukaran status berbasis tinggi badan di mana pria pendek mengimbangi status fisik mereka dengan pendapatan yang proporsional. Sementara pria jangkung lebih mungkin untuk menggunakan status mereka untuk menarik perempuan dengan penghasilan relatif tinggi," kata penelitian tersebut.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya