Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Sumber Foto: Harian Metro)
Dream - " Saya bersyukur karena pernikahan kedua ini mendapat restu dari istri pertama. Bahkan dia jugalah yang meminang istri kedua saya yang sekarang menjadi madunya," kata Mohd Jaafarudin Mohd Ali.
Pria 38 tahun asal Kuala Lumpur, Malaysia itu menikahi istri keduanya, Norazian Zakaria, 38 tahun, pada 2015. Sebelumnya, Jaafarudin telah menikah dengan istri pertamanya, Asmaa Salam, 30 tahun, pada 2009 silam.
Menceritakan awal kisah manis itu, Jaafarudin mengatakan dia mulai berkenalan dengan Norazian dalam pengajian dua tahun lalu.
Menurut Jaafarudin, setelah menjalani 'taaruf' atau berkenalan, dia meminta pendapat istrinya untuk menikahi Norazian. Dia beralasan untuk membantu janda beranak satu tersebut.
Jaafarudin mengatakan setelah berkenalan selama beberapa bulan, istri pertamanya memberi restu dan turut menawarkan diri untuk meminang Norazian.
" Saya bersyukur karena proses pernikahan ini berjalan lancar. Istri pertama banyak membantu mengelola urusan lamaran hingga akhirnya Norazian sebagai madunya," katanya.
© Dream
Kata Jaafarudin, dia tidak melihat isu poligami sebagai satu hal yang harus dipandang miring. Karena, segala keputusan harus didasarkan pada niat sebenarnya dari pernikahan tersebut.
" Jika kita melakukan sesuatu hal itu secara jujur dan transparan, maka semua urusan akan disederhanakan," katanya.
Jaafarudin mengatakan, dia berupaya bersikap adil dengan kedua istrinya, termasuk menjaga sensitivitas dan perasaan masing-masing.
" Sejak berpoligami, kami bertiga selalu bersama dan saya sebagai suami akan mencoba bersikap adil terhadap kedua istri saya.
" Kalau bisa, semuanya dilakukan bersama. Bahkan saat liburan saya membawa kedua istri saya," katanya.
© Dream
Ditanya apakah ia akan menikah untuk ketiga kalinya, Jaafarudin mengatakan, dia sudah bersyukur dengan kehidupan yang dibinanya saat ini.
" Pernikahan ini terkait erat dengan tanggung jawab dan juga kemampuan diri sendiri.
" Namun mereka berdua sudah memberi 'lampu hijau' jika saya menikah tiga," katanya.
Dari hasil pernikahan dengan istri pertama, Jaafarudin memiliki dua anak. Sementara dengan istri kedua, Jaafarudin sedang menunggu kelahiran anak pertama yang diperkirakan lahir pada bulan September tahun ini.
(Sumber: Harian Metro)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya