Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Boldsky)
Dream - Banyaknya suku-suku di dunia menyimpan keunikan budaya masing-masing. Seperti salah satunya praktik yang mungkin dianggap janggal bangsa lain adalah tradisi penduduk sebuah suku Tanzania, Afrika Timur.
Para perempuan di sana harus menikahi sesama jenis untuk menghindari patriarki. Perempuan dari suku Kuria di desa Nyamongo Tanzania Utara umumnya menikahi wanita lainnya juga.

Mereka menjalani pesta pernikahan dengan upacara adat lokal yang dikenal sebagai Nyumba Ntobhu yang berarti 'rumah para wanita'.
Wanita yang sudah menikah ini akan membesarkan anak-anak yang lahir dari perkawinan mereka sebelumnya dengan laki-laki seperti pada umumnya.
Mereka memiliki perjanjian pernikahan dengan laki-laki hanya untuk melahirkan anak-anak saja. Mereka tetap menjalankan hubungan layaknya suami istri pada umumnya.
Yang membedakan, hanya saja tidak berhubungan badan. Lingkungan yang masih terjaga membuat mereka sangat polos dan jauh kemungkinan berubah dari menjadi gay.

Sedangkan istri yang lebih muda memiliki pilihan untuk memilih pasangan laki-laki mereka. Hal ini bertujuan untuk melahirkan ahli waris mereka. Orang-orang menyerahkan hak asuh atas anak-anak mereka, setelah pasangan perempuan membesarkan anak-anaknya.
Tujuan mendasar dari pernikahan sejenis ini adalah tradisi turun temurun untuk menjaga warisan di keluarga mereka. Wanita yang tidak memiliki anak laki-laki dan janda, tidak berhak menjaga harta benda mereka.

Makanya, mereka menikahi wanita lain hanya untuk memiliki harta mereka juga.
(Sah/Sumber: Boldsky)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya