Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Lockdown Prancis (Shutterstock)
Dream - Perancis mengumumkan berakhirnya masa isolasi masa yang berlaku mulai hari ini, Senin, 15 Juni 2020. Dengan penghapusan masa lockdown, kini warga negara Perancis bisa kembali beraktivitas di luar rumah.
Pengumuman tersebut disampaikan Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang secara resmi mengumumkan pencabutan lockdown yang telah berjalan selama berbulan-bulan akibat penyebaran virus Covid-19 di Perancis.
Seluruh wilayah Prancis di daratan Eropa dinyatakan telah masuk kategori zona hijau. Hal ini menandakan pergerakan roda ekonomi seperti pembukaan kafe dan restoran sepenuhnya sudah bisa kembali dimulai.

Presiden Macron juga menyatakan status hijau menjadi kemenangan pertama Prancis.
" Pertempuran melawan epidemi belum selesai tetapi saya bahagia dalam meraih kemenangan pertama melawan virus ini," ujar Presiden Macron seperti dikutip France24 dilansir dari Liputan6.com, Senin 15 Juni 2020.
Grafik di Our World in Data menunjukan kasus harian baru di Prancis terjadi pada akhir Maret hingga 7.578 kasus dalam sehari. Saat itu, Prancis sudah menerapkan lockdown yang menutup bisnis dan membatasi ketat mobilitas masyarakat.
Kasus lantas mulai melandai, namun fluktuatif. Pada pekan kedua Juni ini, kasus baru hanya di angka 526.
Semua sekolah di Prancis, kecuali SMA, boleh dibuka kembali. Murid-murid mendapat kesempatan kembali bersekolah sebelum liburan musim panas.
Pemilu lokal yang awalnya dijadwalkan pada Maret lalu akan dilaksanakan pada 28 Juni mendatang.
Macron berkata periode pasca-lockdown ini sebagai bab baru dalam sejarah negerinya.
" Segera pada esok hari, kita akan membuka bab baru dalam sejarah," ujar Macron.

Total kasus Virus Corona (COVID-19) di Prancis mencapai 194 ribu. Dari jumlah itu, 29 ribu orang meninggal dunia.
Pada pembukaan lockdown ini, Prancis mulai mengizinkan keluarga menjenguk di nursing home.
Presiden Macron berkata ekonomi negaranya akan menyusut hingga 11 persen tahun ini. Pembukaan lockdown ini diharapkan bisa mempercepat pemulihan ekonomi.
Setelah mengalami pandemi, Macron berjanji akan membangun ekonomi yang lebih kuat dan mandiri.
" Satu-satunya jawaban adalah membangun model ekonomi baru yang lebih kuat, bekerja dan memproduksi lebih banyak, supaya tidak bergantung ke pihak-pihak lain," ujarnya.
(Sah, Liputan6.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya