Sumbang Emas Sea Games, Atlet Tasik Pulang Kampung Naik Angkot

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 11 Desember 2019 12:02
Sumbang Emas Sea Games, Atlet Tasik Pulang Kampung Naik Angkot
Mohammad Taufik sempat diantarkan Kemenpora dari Jakarta ke Bandung.

Dream - Nama Mohammad Taufik tidak bisa dihapus dari daftar atlet yang membuat bangga Indonesia. Taufik berhasil menorehkan prestasi berupa medali emas cabang olahraga triathlon dan modern penthathlon pada Sea Games 2019 di Filipina.

Sayangnya, kerja keras Taufik kurang mendapat perhatian. Bahkan atlet asal Cimanggu, Desa Puspahian, Kabupaten Tasikmalaya harus naik angkutan umum saat pulang ke kampung halamannya usai berlaga.

Dikutip dari Ayobandung.com, Taufik sempat diantarkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga dari Jakarta menuju Bandung setelah mendarat di Tanah Air. Tetapi, dia terpaksa naik angkutan umum untuk pulang ke rumahnya di Tasikmalaya dari Bandung.

Beruntung, kabar kepulangan Taufik diketahui Kapolres Tasikmalaya, AKBP Dony Eka Putra. Segera saja, Dony memerintahkan anggotanya menjemput Taufik.

" Kami Kepolisian Resort Tasikmalaya mendapat informasi atlet yang sudah harumkan nama bangsa dan daerah Tasikmalaya pulang, maka kami inisiatif kirim anggota untuk jemput Beliau. Ini bagian kebanggaan kami," ujar Dony.

Taufik sudah berada di daerah Cilawu saat dijemput sejumlah anggota Polres Tasikmalaya. Dia pun dikawal dengan arakan sederhana menuju rumahnya.

" Tapi sampai Cilawu saya turun karena dijemput oleh mobil polisi. Terima kasih, Pak," kata Taufik.

Insiden ini ternyata sampai kepada Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum. Dia pun menyampaikan permintaan maaf tidak bisa mengantarkan Taufik pulang.

" Saya sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Atlet yang telah harumkan nama bangsa ternyata pulang harus naik angkutan umum, saya sesalkan kejadian ini terjadi," kata Uu.

(Sumber: ayobandung.com)

1 dari 4 halaman

Peraih Emas Sea Games 2019 Rela Jualan Cilok Demi Bekal Saat Pelatnas

Dream - Ada perjuangan yang ditempuh Emma Ramadinah, atlet cabang olahraga Sambo di ajang SEA Games 2019 di Filipina. Emma sempat berjualan cilok demi meraih kesuksesan di SEA Games 2019.

Anak pasangan Ahmad Mustofa dan Nining Sari Ningsih itu awalnya merupakan atlet judo. Dia menekuni olahraga itu sejak duduk di kelas IV sekolah dasar.

Namun setelah duduk di kelas XI SMAN 5 Karawang, ia beralih menggeluti cabang olahraga Sambo yang mulai berkembang sejak 2016. Keputusannya tepat. Emma masuk Pelatnas dan terpilih menjadi kontingen Indonesia di SEA Games 2019 di Filipina

" Dulu di Padepokan Judo Taruna Karawang, sudah beberapa kali ikut kejuaraan baik tingkat Provinsi maupun Internasional," kata Emma, kepada Liputan6.com, Selasa, 10 Desember 2019.

Emma mengaku berjualan cilok untuk bekal selama berlatih di Pelatnas SEA Games. Tak sia-sia perjuangan Emma membuahkan hasil, dia meraih emas di nomor mixed team.

 

2 dari 4 halaman

Pulang Sea Games Pakai Ongkos Sendiri

Ahmad Mustofa, hanya berharap anaknya mendapat perhatian lebih dari pemerintah atau lembaga yang menaungi olahraga di wilayah setempat.

Salah satu bentuk penghargaan semisal mereka diganjar status sebagai pegawai negeri sipil (PNS) atau diterima menjadi anggota TNI/ Polri atas torehan prestasi yang mengharumkan nama daerah di pentas internasional.

" Harapannya ada perhatian dari pemerintah," kata Mustofa.

" Kemarian aja pulang dari Filipina, ongkos sendiri bersama karang taruna setempat," ujar dia.

Foto: Liputan6.com/Abramena

3 dari 4 halaman

Fakta Sebenarnya Peselancar Filipina Selamatkan Atlet Indonesia

Dream - Nama peselancar Filipina, Roger Casugay menghebohkan jagad media sosial. Namanya dijunjung bak pahlawan karena merelakan emas demi `menyelamatkan` atlet Indonesia, Arip Nurhidayat.

Aksi heroik itu terdengar hingga Istana Negara. Presiden Joko Widodo memuji aksi tersebut melalui unggahan di berbagai kanal media sosial miliknya.

Setelah isu itu ramai dibicarakan, Roger angkat bicara. Dia membuat video klarifikasi bersama Arip.

Video itu dia unggah di Instagram Arip @mencosss. "The True Story. Inilah cerita langsung dr sumbernya atas apa yg terjadi saat semifinal2 Sea Games. Video ini dibuat atas kemauan @roger_casugay utk menepis berita2 miring yg sdh viral di sosmed kedua negara. #wewinasone #seagames2019" kata Arip.

      View this post on Instagram

Inilah cerita langsung dr sumbernya atas apa yg terjadi saat semifinal2 Sea Games. Video ini dibuat atas kemauan @roger_casugay utk menepis berita2 miring yg sdh viral di sosmed kedua negara. #wewinasone #seagames2019

A post shared by Arip Nurhidayat (@mencosss) on

 

4 dari 4 halaman

Bukan Lambaian Tangan Meminta Tolong

Roger menjelaskan, Arip sebetulnya tidak tenggelam saat peristiwa itu. " Arip tidak tenggelam," kata Roger dalam video 1 menit 08 detik itu.

Roger menjelaskan, banyak orang mengira Arip mengalami tenggelam karena lambaian tangannya. Roger menyebut, lambaian tangan itu sekadar memberi tahu bahwa Arip meminta papan cadangan.

" Tapi saat Arip menembus ombak, juri di menara penjurian memintaku untuk menemani Mencos (sapaan Arip)" kata dia.

" Aku membawa papanku dan meminta mengajak Mencos melewati ombak dengan tujuan dapat menuju daratan karena semua orang panik dan ketakutan," ucap dia menambahkan.

Meski salah paham, Arip mengapresiasi akses Roger. " Terima kasih Roger," kata Arip sembari memeluk Roger.

Beri Komentar
Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam