Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Calon Anggota DPD RI Asal NTB, Evi Apita Maya (Facebook/Evi Apita Maya)
Dream - Evi Apita Maya meraih suara terbanyak dalam Pemilihan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Calon senator asal Nusa Tenggara Barat (NTB) dipastikan bakal berkantor di Senayan.
Tetapi, kemenangan Evi belakangan dipersoalkan. Dia dituding meraup kemenangan gara-gara menggunakan foto pemilihan palsu.
Tudingan tersebut muncul dari saksi calon anggota legislatif petahana asal NTB Farouk Muhammad. Pihak Farouk menyatakan wajah Evi pada foto jauh berbeda dari aslinya, jauh lebih cantik dan bening.
Komisioner KPUD NTB, Syamsudin mengatakan pihaknya mendapat laporan mengenai tudingan penggunaan foto palsu tersebut.
" Telah ditemukan terjadi dugaan pemalsuan dokumen atau gambar penggunaan foto sebagai persyaratan administrasi calon perseorangan DPD yang semestinya berdasarkan peraturan atau ketentuan yang berlaku, bakal calon harus menggunakan foto terbaru maksimal enam bulan sebelum pendaftaran di KPU," ujar Syamsudin, dikutip dari KoranNTB.
Pada kesempatan yang sama, Ketua KPUD NTB, Suhardi Soud, mengatakan tudingan yang muncul di luar rekapitulasi. Penggunaan foto, kata dia, sudah final sejak masa pencalonan.
" Itu kan bukan ranah rekapitulasi, itu kan di masa pencalonan dan itu sudah sesuai dengan mekanisme," kata Suhardi.

Foto kampanye Evi Apita Maya, calon DPD asal NTB (koranntb.com)
Evi dituding mengedit foto sehingga terlihat jauh lebih cantik. Foto editan tersebut dipakai untuk mendaftar sebagai calon anggota DPD RI.
Mendapat tudingan tersebut, Evi tidak menganggapnya sebagai persoalan. Dia bersyukur bisa meraih suara terbanyak dan menjadi wakil NTB di Senayan.
" Alhamdulillah, silakan tidak apa-apa, siapapun berhak komentar," kata Evi.
Selanjutnya, Evi menyebut kemenangan yang diraihnya berkat usaha yang sudah dijalankan setahun belakangan. Bersama tim kampanye, dia mengaku terjun langsung ke masyarakat.
" Semua hasil tidak akan mengkhianati usaha. Saya dan tim bergerak dengan cara kami sudah dari satu tahun yang lalu," kata Evi.
Lebih lanjut, Evi tidak lelah menanamkan keyakinan bisa menang. Keyakinan akan menang itu menjadi kunci sukses dia bisa melenggang ke Senayan.
" Alhamdulillah insya Allah kemenangan itu akan kami raih dan semoga amanah yang diberikan Allah dan masyarakat NTB bisa saya jalankan dengan baik," ucap Evi.
(Sah, Sumber: koranntb.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya