Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dua Jemaah Haji Membawa Makanan Untuk Dikonsumsi (Foto: Kemenag.go.id)
Dream - Tugas tim katering tahun ini lebih berat. Sebab, selain membuat menu nusantara, tim juga harus menyusun menu zonasi atau kedaerahan.
Tak cuma itu, tim juga harus memastikan perusahaan penyedia katering dapat mempekerjakan juru masak orang Indonesia yang profesional.
" Bumbu masak, makanan, dan minuman juga diutamakan menggunakan produk Indonesia," kata Direktur Layanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis, dalam keterangan tertulisnya, Senin, 4 Maret 2019.
Saat ini ratusan katering asal Arab Saudi sudah menyatakan berminat menjadi penyedia konsumsi bagi jemaah haji Indonesia. " Sampai hari ini, tercatat oleh Tim, perusahaan yang sudah mendaftar sebanyak 298 perusahaan," ujar dia.
Sebanyak 155 perusahaan daftar penyedia konsumsi jemaah di wilayah Mekah, 114 perusahaan di Arafah dan Mina, dan 32 perusahaan di Madinah, dan 1 perusahaan di Jeddah.
Jumlah perusahaan yang mendaftar tahun ini lebih banyak dari tahun lalu, 296 perusahaan.
Hampir 50 persen itu perusahaan yang ada di data Baladiyah, satgas pemerintah Arab Saudi, ikut mendaftar untuk pelayanan katering di Mekah. “ Semakin banyak perusahaan katering Arab Saudi yang mendaftar, kita lebih banyak kesempatan untuk memilih perusahaan katering yang bonafit," kata dia.

Rapat tim pelayanan jemaah haji luar negeri
Saat ini, Sri Ilham berada di Mekah untuk memberikan supervisi kepada tim penyedia layanan katering haji di Arab Saudi. Tim katering beranggotakan 35 orang, terdiri dari 11 orang tim inti dan 24 orang tim pendukung. Mereka akan bertugas selama 64 hari di Arab Saudi, dari 18 Februari hingga 22 April 2019.
Lanjut Sri Ilham, tim bersiap untuk melakukan kasyfiyah, proses memverifikasi satu persatu ratusan perusahan yang mendaftar. Pengecekan dilakukan berdasarkan formulir dan daftar penilaian yang sudah disiapkan. Sri Ilham memastikan proses penyediaan perusahaan layanan katering ini berjalan transparan.
" Kontrak perusahaan katering diupayakan bisa dilakukan lebih cepat dibanding tahun lalu. Sehingga, para penyedia dapat secepatnya memesan makanan dan minuman dari Indonesia," ujar dia. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya