Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Syekh Ali Jaber (Foto: Merdeka.com)
Dream - Penceramah Syekh Ali Jaber menjadi perhatian setelah insiden penusukan di Lampung. Pelaku yang disebut-sebut mengalami gangguan jiwa itu sudah menjadi tersangka dan ditahan polisi.
Kondisi Syekh Ali Jaber sudah membaik dengan luka tusuk di tangan bagian kanan. Juri program Hafidz Indonesia itu lolos dari maut.
Bicara soal kematian, pendakwah bernama lengkap Ali Saleh Mohammed Ali Jaber itu pernah mengungkap tentang keinginannya wafat dan dimakamkan di Lombok.
Keinginannya sempat disampaikannya melalui video di saluran YouTube AL Liee Cha dengan judul 'Syeikh Ali Jaber Ingin Wafat di Pulau Lombok', yang tayang pada 4 Oktober 2016 silam.
Syekh Ali mengaku memilik rasa sentimental dengan Lombok. Ia merasa hubungannya dengan Lombok tak tergambarkan.
" Ketika saya di Lombok ini, saya jauh merasa nyaman. Pertama, saya berjuang di Indonesia memang di Lombok. Anak saya lahir Lombok. Salah satu kakek saya meninggal, mati syahid karena lawan jajah Jepang di Lombok," terang Syekh Ali.
" Bahkan salah satu kakek, ayah dari ibu saya sendiri termasuk dia juga kelahiran di Indonesia di Bumi Ayu, adiknya juga kelahiran Lombok," sambungnya.
Syekh Ali lalu mengatakan, ia pernah berkeinginan meninggal di Madinah sebagai kota kelahirannya. Namun kini, dirinya bercita-cita meninggal dan dimakamkan di Lombok.
“ Jadi hubungan saya dengan Lombok, bahkan saya bercita-cita Ya Allah walaupun saya memilih dan memohon meninggal di Madinah tapi kalau Ya Allah kalau saya ditetapkan meninggal di Indonesia mohon Saya mau dimakamkan di Lombok. Lombok termasuk pulau kesayangan saya,” jelasnya.
Berikut videonya:
Dream - Syekh Ali Jaber ditusuk saat mengisi pengajian di Lampung. Insiden itu jelas saja membuat banyak orang kaget. Sebab, selama ini Syekh Ali Jaber selalu menebarkan pesan perdamaian dalam setiap ceramahnya.
Syekh Ali Jaber memang kelahiran Madinah, Arab Saudi. Namun, pendakwah bernama asli Ali Saleh Mohammed Ali Jaber itu kerap berceramah di Indonesia.
Memang, Syekh Ali Jaber telah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Kakek Syekh Ali Jaber ternyata kelahiran Jawa Tengah, sehingga tidak heraan dia memilih menjadi WNI.
Kisah tersebut diceritakan Syekh Ali Jaber dalam video di saluran YouTube Trans7 Official dengan tajuk 'Hitam Putih-Syeikh Ali Jaber (29/7/16) 4-1' yang tayang pada 31 Juli 2020. Dalam video itu Syekh Ali Jaber menceritakan sejarah keluarganya di Indonesia.
Syekh Ali Jaber mengatakan, awal mula kedatangannya ke Indonesia sebenarnya hanya untuk kunjungan silaturahmi saja. Soalnya, saat ditelusuri ia memiliki hubungan darah dengan Tanah Air. Yakni, kakeknya kelahiran Jawa Tengah.
" Sebenernya pertama kali saya ke Indonesia hanya kunjungan silturahmi karena ada hubungan darah ke Indonesia. Ternyata sejak saya di Indonesia ingin kenal keluarga, siapa saja keluarga saya. Ternyata saya menemukan kakek saya kelahiran bumi ayu, Jawa Tengah," terang Syekh Ali.
" Bahkan salah satu juga saudara dari kakek saya adalah yang jadi korban tewas jajah Jepang. Menurut saya, saya Arab asli. Jadi Arab asli tapi darah saya tidak jauh dari Indonesia," sambungnya.
Dia bahkan menjelaskan bahwa sejak beberapa tahun belakangan ini dirinya sudah menjadi WNI. Dia mengaku memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Indonesia yang berlaku seumur hidup.
" Ya (dapat kewarganegaraan Indonesia dari) Bapak Presiden SBY. Sebenarnya saya tidak memilih, ketika saya datang ke Indonesia kunjungan silaturahmi saja. Ketika saya mendapat kesempatan salat magrib di Masjid Agung Sunda Kelapa, saya diajak sama satu sahabat untuk salat di masjid. Kebetulan saat saya di sana bertemu dengan pengurus masjid yang mendorong saya menjadi imam," paparnya.
" Kebetulan saya jadi imam beliau tersentuh dan minta lagi. Cuma visa saya sebagai orang asing bisa habis tapi ternya mereka bisa membantu untuk tinggal. Ada sebuah kesan (jadi saya mau menetap di Indonesia)," sambungnya.
Sudah tujuh tahun menetap di Indonesia, Syekh Ali pun sudah fasih berbahasa Indonesia dengan baik. Ia menjelaskan bahwa pergaulan yang membuatnya fasih berbahasa Indonesia. Awalnya, saat datang ke Indonesia ia mengaku sama sekali tak bisa berbicara dalam bahasa Indonesia.
" Sangat lancar (bicara bahasa Indonesia) insya allah. Saya sekarang sudah masuk 7 tahun. Sebenernya sejak 2008 saya belum bisa (bicara dalam bahasa Indonesia). Sebenernya bahasa itu bagaimana kita sehari-hari. Jadi saya bergaul mungkin bahasa saya selalu dikatakan teman-teman saya lebih ke bahasa gaul," jelasnya.
Sumber: Merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya