Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: YouTube / Mynewshub.cc)
Dream - Membahagiakan dan membalas jasa kedua orangtua merupakan satu kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap anak.
Meski orang tua tidak pernah bertanya, namun seorang anak harus menghargai semua pengorbanan yang mereka telah lakukan selama ini.
Hal itulah yang ingin dilakukan seorang anak dari Malaysia yang memiliki penyakit jantung kronis.
Dia tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya saat mimpinya merayakan ulang tahun ibunya akhirnya tercapai.
Kisah Mohd. Fikri Hakim Jaudin yang sangat menyentuh itu diungkapkan oleh pengguna akun Facebook yang dikenal sebagai Natipah Abu.
....
© Dream
Dream - Putra kedua dari tiga bersaudara itu sebenarnya sudah lama ingin berniat untuk membalas jasa ibunya yang banyak berkorban selama ini.
Namun, ini mungkin terakhir kalinya Mohd Fikri bisa merasakan suasana gembira bersama-sama dengan semua keluarganya.
Sebelumnya, keluarga terpaksa menyembunyikan surat dari rumah sakit yang berisi tentang kondisi Mohd Fikri.
Di antara baris kalimat dalam surat itu berbunyi, " …dengan ini warisnya memilih beliau (Fikri) untuk meninggal dunia di rumah."
Namun, ternyata Mohd Fikri sudah lama mengetahui tentang isi surat itu. Hanya saja dia tidak mau membahas masalah itu karena tidak ingin merusak suasana.
© Dream
Dream - Sebagai permintaan terakhir, Mohd Fikri atau lebih akrab dengan panggilan Acan memutuskan untuk memenuhi hajat terakhirnya.
Dia ingin merayakan hari ulang tahun ibunya, walaupun tanggal sebenarnya adalah pada awal Januari lalu.
Perayaan kecil-kecilan di kamar Mohd. Fikri dirawat itu turut dihadiri semua anggota keluarga dan kenalan dekat dengan senyuman terindah untuk anak itu.
Akan tetapi, hanya Tuhan saja yang mengetahui betapa mereka berusaha keras membendung kesedihan di dalam hati masing-masing.
© Dream
Dream - Status yang diunggah Natipah itu juga memperlihatkan kondisi Mohd. Fikri yang semakin merosot.
Dia tidak mampu duduk lama-lama serta mudah sesak meskipun hanya berbicara.
Wajah Mohd. Fikri juga kelihatan membengkak sementara bibir dan kukunya juga sudah kebiru-biruan.
Semoga Mohd. Fikri diberikan kesembuhan dan kesehatan oleh Allah SWT sehingga bisa beraktivitas seperti biasanya.
(ism, Sumber: mynewshub.cc)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya