Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
© MEN
Dream - Lato-lato kian menjamur di Indonesia. Suara tek-tek dari bola lato-lato yang dimainkan anak kecil hingga orang dewasa terdengar hampir setiap menit, di gang-gang sempit hingga perumahan.
Kepopulerannya semakin meningkat saat Presiden Jokowi dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ikut bermain lato-lato ketika berkunjung ke Subang, beberapa waktu lalu.
Lato-lato merupakan mainan lawas yang diklaim berasal dari benua Amerika dan Eropa. Permainan ini muncul sekitar tahun 1960-an dan populer di awal tahun 1970-an.
Lato-lato awalnya dibuat dengan kaca temper, tetapi material tersebut membuat permainan ini gampang mudah pecah yang kemudian beralih ke material plastik.
Menurut Groovy History, lato-lato punya banyak nama yang disematkan, seperti clackers, click-clacks, knockers, Ker-Bangers, dan Clankers.
Namun tahukah kamu ternyata lato-lato pernah dilarang untuk dimainkan di tiga negara ini. Dengan alasan membahayakan hingga dianggap melecehkan.
Amerika Serikat
Di Amerika Serikat (AS), lato-lato dilarang dimainkan karena dapat membahayakan.
Mengutip laman Quartz, pada tahun 1966 Food and Drug Administration (FDA) AS melarang peredaran permainan clackers karena bisa menimbulkan cedera. Keputusan ini juga didukung oleh berbagai komunitas dan organisasi.
Inggris
Lato-lato atau clackers juga masuk dalam daftar permainan berbahaya yang telah dilarang di Inggris. Mainan ini bahkan mematahkan pergelangan tangan anak-anak di sekolah dasar pada tahun 70an, seperti dikutip dari laman covercloud.
Mesir
Lato-lato juga dilarang di Mesir pada tahun 2017. Di Mesir lato-lato diberi nama " bola Sisi" atau " Sisi ball" . Namun sebutan bola Sisi itu dianggap melecehkan Presiden Mesir Abdul Fattah El-Sisi kala itu yang merujuk pada alat kelamin sang presiden.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya