Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: China Press
Dream - Dream - Semua orang tua pasti ingin anaknya pintar dan berprestasi. Tapi jangan terlalu memaksakan kehendak supaya anak menjadi yang diinginkan orang tua.
Apalagi sampai marah besar hingga bermain tangan bila anak terlihat malas-malasan dan belum belajar. Jangan sampai menyesal dikemudian hari, seperti yang dialami seorang ibu asal Xianyang, Provinsi Shaanxi, China, ini.
Niat untuk mendisiplinkan sang anak agar fokus belajar malah membawanya ke balik jeruji besi. Dikutip dari China Press, seorang ibu bermarga Hu memukuli putranya sampai mengalami cedera kepala dan meninggal dunia.
Dikabarkan, sejak Januari lalu Hu menyekolahkan anaknya secara homeschooling. Namun, selama itu pula Hu menilai bahwa putranya tidak cukup berkonsentrasi selama belajar.
Wanita ini bahkan tak ragu memukul kepala putranya jika tidak mengerjakan PR. Hingga di suatu pagi, setelah menjalani satu sesi belajar, Hu terkejut bukan main karena menemukan putranya muntah-muntah.
Saat itu juga, ia langsung membawa sang anak ke rumah sakit. Sayangnya, semua telah terlambat. Bocah malang itu akhirnya tewas.
Hasil foreksik mengungkapkan bahwa bocah itu berulang kali dipukul kepalanya dengan benda tumpul.
Pukulan tersebut menyebabkan sang anak mengalami pendarahan subarachnoid, yakni perdarahan mendadak di celah antara otak dan membran tengah yang membungkus otak. Pendarahan tersebut lalu memicu keluarnya muntah.
Dalam kasus ini, muntah yang keluar tersebut dihirup oleh sang anak. Akibatnya, terjadilah penyumbatan di jalan napasnya yang kemudian menghalangi trakea sehingga dia tidak bisa bernapas.
Atas tindakannya itu, pengadilan pun menjatuhi Hu hukuman penjara selama tiga tahun.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya