Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Seorang Anak Memakai Masker. (Foto: Shutterstock)
Dream – Tindakan pengelola kondominium di Selangor, Malaysia, memicu kemarahan publik saat mengenakan denda untuk seorang anak yang berumur satu tahun. Bayi kecil itu diketahui tidak memakai masker saat berada di dalam lift.
Dikutip dari World of Buzz, Jumat 26 Februari 2021, kabar tersebut beredar luas di jagat maya melalui sebuah unggahan yang dibagikan oleh Info Roadblock JPJ/Polis di Facebook.
“ Viral malam ini, kasus anak berusia satu tahun didenda RM100 oleh pengelola kondominium di Ampang karena tidak memakai masker saat berada di lift. Sekadar informasi, anak-anak berusia dua tahun ke bawah tidak perlu memakai masker, ” tulis postingan tersebut.
Unggahan ini telah dibagikan lebih dari 720 kali dan mendapat 1.400 komentar.
Atas insiden tersebut, banyak netizen berbondong-bondong melayangkan kecaman kepada pihak manajemen kondominium kemarin, 24 Februari.
Bukti berupa foto panggilan yang dikeluarkan oleh pihak pengelola kondominium tentang pengenaan denda sebesar 100 ringgit (Rp383.335) tersebar luas. Netizen yang mengungkap foto tersebut juga turut membagikan foto lain dari CCTV lift yang menunjukkan anak berusia 1 tahun itu tidak menggunakan masker.
Di grup Facebook, beredar tangkap layar yang berisi percakapan antara manajemen dan anggota keluarga anak juga dibagikan.
Netizen yang marah menyayangkan tindakan pihak pengelola kondominium. Mereka mengkritik pihak pengelola kondominium telah melakukan tindakan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan instruksi dari pihak berwajib.
Banyak juga yang melontarkan opininya di kolom komentar dan menyarankan pihak pengelola kondominum untuk membaca kembali instruksi yang dikeluarkan oleh Dewan Keamanan Nasional Malaysia terkait penggunaan masker wajah untuk anak.
Sebagai informasi, Menteri Pertahanan dan Menteri Senior Malaysia, Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob sebelumnya telah mengumumkan bahwa anak di bawah usia dua tahun tidak diwajibkan untuk menggunakan masker.
Melalui jumpa pers yang diadakan pada Kamis, 25 Februari, Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob tidak membenarkan tindakan yang dilakukan oleh pengelola kondominium tersebut.
“ Sampai saat ini, kami tidak memberikan kewenangan apapun kepada manajemen kondominium dan apartemen atau kantor lain untuk mengambil tindakan (mengeluarkan denda),” kata Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob.
Beliau juga menambahkan bahwa pengenaan denda pada mereka yang melanggar protokol kesehatan juga bukanlah merupakan wewenang manajemen.
“ Ini adalah kewenangan KMM atau polisi. Sisanya tidak boleh (mengeluarkan denda),” kata dia.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
(Laporan: Silmi Safriyantini)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya