Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pengertian Takhayul (Foto Ilustrasi: Unsplash.com)
Dream – Istilah takhayul atau tahayul sudah sering sahabat Dream dengar. Hal ini merujuk pada sesuatu yang dianggap tidak benar atau tidak nyata. Meski begitu, masih ada sebagian orang yang memercayai takhayul seperti sebuah benda yang memiliki kesaktian tertentu. Padahal jika dibuktikan, maka tidak ada yang menunjukkan kesaktian tersebut.
Islam telah memberikan menjelaskan lengkap tentang sikap seorang muslim terhadap fenomena takhayul. Bagaimana jika umat Islam percaya dengan sesuatu yang bersifat takhayul?
Ajaran Islam telah menetapkan takhayul sebagai perbuatan khurafat. Di mana hal tersebut berawal dari khayalan manusia yang tidak bisa dibuktikan secara jelas kebenarannya.
Adanya pernyataan tanpa bukti yang jelas disebut dengan dusta yang diancam oleh Allah SWT melalui penjelasan dalam surat Ali Imran ayat 94 berikut:
فَمَنِ افْتَرٰى عَلَى اللّٰهِ الْكَذِبَ مِنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ
Artinya: “ Maka barangsiapa mengada-adakan kebohongan terhadap Allah setelah itu, maka mereka itulah orang-orang zalim.” (QS. Ali Imran: 94).
Untuk mengetahui secara lebih jelas tentang takhayul dan bagaimana Islam memandangnya, berikut sebagaimana dirangkum Dream melalui berbagai sumber.

Sebelum membahas lebih dalam tentang takhayul, sahabat Dream perlu mengetahui terlebih dahulu apa itu takhayul. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), takhayul adalah sesuatu yang hanya ada dalam khayal belaka; kepercayaan kepada sesuatu yang dianggap ada atau sakti, tetapi sebenarnya tidak ada atau tidak sakti.
Sedangkan dalam bahasa Arab melalui Mu’jam Musthalahat Fiqhiyyah yang dikutip dari muslim.or.id, takhoyyala adalah tergambarnya suatu hal dalam jiwa (pikiran). Dalam hal ini, takhayul adalah sama dengan berkhayal atau khayalan.
Kemudian dikutip dari konsultasisyariah.com, dalam kamus Mu’jam al-Wasith, takhayul adalah membayangkan. Nah, dalam Islam sendiri menyandingkan kata takhayul dengan kata khurafat karena memiliki keterangan dusta yang berawal dari khayalan manusia. Di mana khayalan tersebut tidak memiliki bukti, tidak ada dalam kenyataan, dan tidak ada dalil yang mlandasinya. Jika hal tersebut dipercaya, maka termasuk dalam khurafat.
Sebelum sudah dibahas bahwasanya takhayul adalah sesuatu hal yang tidak nyata dan tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Dalam Islam, Allah SWT sendiri pun melarang untuk percaya pada takhayul. Apalagi jika takhayul tersebut berhubungan dengan keyakinan tentang Allah SWT. Maka dosanya sangatlah besar, bahkan Allah SWT telah memberikan ancaman-Nya melalui Al-Quran.
Seperti halnya yang dijelaskan dalam surat An-Nisa ayat 50 berikut:
اُنْظُرْ كَيْفَ يَفْتَرُوْنَ عَلَى اللّٰهِ الْكَذِبَۗ وَكَفٰى بِهٖٓ اِثْمًا مُّبِيْنًا ࣖ
Artinya: “ Perhatikanlah, betapa mereka mengada-adakan dusta terhadap Allah! Dan cukuplah perbuatan itu menjadi dosa yang nyata (bagi mereka).” (QS. An-Nisa: 50).
Melalui ayat di atas menceritakan tentang pengakuan orang Yahudi dan Nasrani bahwa mereka adalah kekasih Allah dan anak kesayangan Allah. Mereka juga menganggap bahwa yang paling berhak untuk masuk surga Allah adalah Yahudi dan Nasrani. Hingga akhirnya, Allah menyebut anggapan tersebut sebagai dusta atas nama-Nya.
Kemudian dijelaskan juga dalam surat Yunus ayat 69 berikut:
قُلْ اِنَّ الَّذِيْنَ يَفْتَرُوْنَ عَلَى اللّٰهِ الْكَذِبَ لَا يُفْلِحُوْنَۗ
Artinya: “ Katakanlah, “ Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak akan beruntung.” (QS. Yunus: 69).
Dari ayat di atas adalah berisi tentang ancaman Allah SWT kepada orang yang mengatakan bahwa Allah SWT memiliki anak. Sedangkan Allah SWT sendiri tidaklah membutuhkan makhluk lain karena Dia adalah Maha Kaya.
Lalu dijelaskan dalam surat As-Saff ayat 7 berikut:
وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرٰى عَلَى اللّٰهِ الْكَذِبَ وَهُوَ يُدْعٰىٓ اِلَى الْاِسْلَامِۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ
Artinya: “ Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah padahal dia diajak kepada (agama) Islam? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. As-Saff: 7)
Surat As-Saff ayat 7 di atas menjelaskan bahwa sudah didakwahi untuk masuk Islam, di mana maksudnya adalah dia telah mengenal kebenaran. Allah SWT menyebut perbuatan itu adalah perbuatan yang paling dzalim dan menyebut bahwa Allah SWT mempunyai sekutu.
Bahkan hal yang disebut sebagai khurafat adalah menggalang amalan ibadah yang sebenranya Allah SWT sendiri tidak pernah mensyariatkannya. Seperti yang dijelaskan dalam surat Asy-Syura ayat 21 berikut:
اَمْ لَهُمْ شُرَكٰۤؤُا شَرَعُوْا لَهُمْ مِّنَ الدِّيْنِ مَا لَمْ يَأْذَنْۢ بِهِ اللّٰهُ ۗوَلَوْلَا كَلِمَةُ الْفَصْلِ لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ ۗوَاِنَّ الظّٰلِمِيْنَ لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
Artinya: “ Apakah mereka mempunyai sesembahan selain Allah yang menetapkan aturan agama bagi mereka yang tidak diizinkan (diridai) Allah? Dan sekiranya tidak ada ketetapan yang menunda (hukuman dari Allah) tentulah hukuman di antara mereka telah dilaksanakan. Dan sungguh, orang-orang zalim itu akan mendapat azab yang sangat pedih.” (QS. Asy-Syura: 21).
Itulah penjelasan tentang takhayul adalah sesuatu yang tidak benar dan dalam Islam disandingkan dengan istilah khurafat yang termasuk bentuk dusta. Di mana hal tersebut berawal dari khayalan manusia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya