Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Membaca Alquran (Albawaba.com)
Dream - William seorang polisi Amerika Serikat (AS) memeluk Islam setelah berteman seorang muslim di kesatuannya. William tinggal bersama keluarga kecilnya di pinggiran kota Midwestern.
Bersama sahabatnya Nasir yang muslim, William menjalankan tugasnya sebagai seorang polisi. William sangat mengagumi kebijaksanaan dan kesabaran Nasir dalam menangani berbagai kasus yang berbeda. Bagi William, Nasir terlihat tenang saat menghadapi orang atau situasi yang sulit.
Saat William menanyakan resepnya, Nasir memberitahu sedikit rahasia yang menjadi panduan tindakannya. Kata-kata Nasir, yang kemudian hari disadari William, berasal dari kutipan Alquran. William sering kagum bagaimana seseorang bisa begitu bijaksana dan memiliki pengetahuan begitu banyak.
Sekitar musim dingin 2000, William mulai memiliki minat mempelajari Islam. William membaca Alquran, tapi tidak memahaminya.
Meskipun kesulitan, William terus berupaya belajar dari buku-buku lain tentang Islam. William belajar banyak, tetapi hanya untuk sekedar tahu saja dan bukan secara spiritual.
Akhirnya William memutuskan minta bantuan Nasir dan kemudian serangan 11 September terjadi. Tiba-tiba, William punya sejumlah kekhawatiran baru dan dia pun menyimpan pertanyaan tentang Islam.
Selama periode ini, William punya banyak informasi tentang Islam namun sangat sedikit yang disampaikan dengan cara positif. Sebagai pengawas polisi, William terus-menerus menerima peringatan tentang ancaman Islam. Jadi, William terus menunggu situasi tenang sambil belajar Islam untuk dirinya sendiri.

Kemudian, pada akhir musim panas 2004, William merasa jengkel karena belum mengerti juga tentang Islam. William akhirnya meminta Nasir untuk membimbingnya.
Dia mengatakan kepada William tentang ajaran Islam dan Alquran. Lebih penting lagi, Nasir mengatakan kepada William seberapa kuatnya dia mempercayai Islam, tidak hanya sebagai firman Allah tapi sebagai cara hidup bagi manusia.
Nasir dan saudaranya, Riyadh, kemudian memberi William buku tentang Islam yang memiliki jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang muncul di hati William. Dengan pengetahuan di tangan, William kembali belajar Alquran dan tiba-tiba dia menemukan bahwa Alquran tidak hanya enak dibaca, tetapi isinya masuk akal.
Ia kemudian membaca lebih banyak lagi dan dia benar-benar kagum terhadap isinya. William jadi yakin bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Jika bukan nabi tidak mungkin Muhammad bisa mengetahui pengetahuan yang melampaui zamannya, pikir William. Bahkan William menemukan penjelasan yang hingga sekarang belum bisa dijabarkan secara ilmiah.
Meskipun sudah yakin bahwa Muhammad memang seorang Nabi, William masih menghadapi dilema. William masih bingung tentang apa yang harus dilakukan. Segala sesuatu yang pernah dia percaya tiba-tiba terbalik dan dia merasa bingung tentang penjelasannya.
Malam itu William berdoa memohon bimbingan dan pemahaman. Dia pergi tidur dan berharap dia akan menerima pemahaman setelahnya. Ketika William terbangun, William merasa dirinya sudah mengalami pencerahan.
Segala sesuatunya tiba-tiba menjadi jelas. Tentang Islam, Tuhan, menyembah satu Tuhan saja muncul bukan sebagai informasi baru, tapi pemahaman baru tentang apa yang telah dia percaya sebelumnya.
William tiba-tiba merasa gembira, bahagia dan damai. Pagi itu, William menghubungi Nasir dan mereka pergi ke sebuah masjid terdekat untuk salat Jumat. Di masjid itu, William dibimbing untuk mengucapkan syahadat dengan disaksikan sahabatnya, Nasir.
(Sumber: Saudi Gazette)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya