Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Masjid Omari (Daily Mail)
Dream - Serangan Israel ke Jalur Gaza tak memperhitungkan waktu dan tempat. Sabtu 2 Agustus silam, saat masih subuh, tentara Zionis menyerang masjid Omari, tempat ibadah legendaris di wilayah Jabaliya, dekat Kota Gaza.
Kala itu, Daoud Al Sleiman, menjadi orang pertama yang datang ke masjid saat warga lain masih lelap. Seperti biasa, sebagai muazin, subuh itu Al Sleiman akan mengumandangkan azan. Persiapan telah dia lakukan, dan dia memulai berazan.
Baru saja dia mengawali panggilan salat untuk warga sekitar, tiba-tiba masjid itu dibombardir oleh jet tempur Israel. Bangunan masjid berusia 1.300 tahun itu luluh lantak. Dan Al Sleiman tewas dalam ledakan itu.
" Dia datang ke masjid untuk mengumandangkan azan. Dia hanya berkata Allahu Akbar dan kemudian meledak menjadi berkeping-keping," kata warga Jabaliya, Mohammad Alloush, dikutip Dream.co.id dari laman On Islam, Kamis 14 Agustus 2014.
Warga sekitar sangat sedih. Selain harus kehilangan masjid legendaris, mereka juga kehilangan sosok muazin yang taat. Saat ini, tugas untuk mengumandangkan azan diserahkan kepada Abdelkarim Hammouda, pria yang berusia 60 tahun.
" Masyarakat menangis saat awal-awal serangan, dan sekarang mereka masih menangis di dalam rumah masing-masing," tutur Hammouda yang menggantikan Al Sleiman. Dia menyatakan masjid itu tidak salah apa-apa. Sehingga tak layak jadi sasaran bom.
Al Sleiman sudah tiada. Masjid pun sudah menjadi puing-puing. Kini, warga sekitar hanya bisa mengenang kemerduan azan Al Sleiman. " Kami biasanya merasa aman di masjid ini. Setelah mereka menggempur masjid ini, kami kehilangan rasa aman," tutur Alloush.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya