Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto Ilustrasi (Huffingtonpost.com)
Dream - Tarik Preston memeluk Islam saat usianya 19 tahun. Itu terjadi pada 1988. Kisah Preston berawal dari nama depannya, Tarik.
Sudah menjadi kebiasaan orangtua keturunan Afrika di Amerika pada tahun 60an hingga 80an, menamai anak-anak mereka dengan nama-nama Afrika yang Islami.
Saat ditanya tentang nama depannya, Preston dengan bangga mengatakan artinya bintang yang sangat terang. Kadang ia menambahkan kisah kehebatan pejuang Islam Tariq bin Ziyad dalam menaklukkan Spanyol pada 711 Masehi.
Ironisnya, meski tahu sejarah dan arti namanya secara harfiah, Preston tidak terlalu mengerti tentang Islam hingga ia menjadi mahasiswa.
Tarik mulai kuliah saat usianya 16. Selama tahun pertama, Tarik berusaha menjadi orang yang taat agama. Namun lambat laun, Tarik mulai merasa ragu dengan agamanya tersebut.
Selama liburan musim semi, Tarik berkunjung ke rumah neneknya. Saat bincang-bincang, nenek Tarik berkata bahwa dia lebih suka berdoa langsung kepada Tuhan, tanpa melalui perantara. Nenek Tarik menyarankannya untuk berdoa langsung kepada Tuhan dan sebagai rasa cintanya kepada sang nenek, Tarik pun mengiyakan.
Selama tahun pertama di perguruan tinggi, seorang teman yang memeluk Islam menyapa Tarik dengan salam. Salam itu dibalas oleh Tarik layaknya seorang muslim.
Saat bertemu itu, teman muslim itu mengira Tarik seorang muslim karena namanya yang Islami. Tak lama setelah pertemuan itu, teman muslim tadi datang ke sesi kelas di mana Tarik juga hadir. Karena teman muslim Tarik itu seorang mualaf, dia kurang begitu menguasai tentang Islam.
Namun Tarik masih belum begitu tertarik dengan Islam. Kendati demikian, Tarik sempat memperhatikan bagaimana muslim itu, karena ada satu teman muslim Tarik lainnya yang memiliki penampilan dan sikap berbeda setelah memeluk Islam.
Saat pulang liburan musim panas, Tarik bekerja sebagai telemarketer. Di tempat kerjanya itu, Tarik bertemu dengan seorang muslim bernama Ahmed.
Meski dia adalah mualaf dari Puerto Rico, penampilan dan sikap Ahmed sama dengan temannya yang di perguruan tinggi. Jadi saya bertanya kepadanya, " Apakah Anda seorang muslim?"
Dia tersenyum dan menjawab, " Ya Tarik, Anda juga?" Tarik menjawab, " Tidak." Dia tersenyum sambil berkata, " Dengan nama seperti itu Anda seharusnya menjadi seorang muslim."
Dia mulai berbicara kepada saya tentang tauhid. Tarik terkesan dengan konsep monoteisme Islam yang diutarakan Ahmed.
Akhirnya, ia mengundang Tarik ke rumahnya dan menunjukkan salinan terjemahan Alquran dalam bahasa Inggris. Tarik sangat terkesan dan ingin memiliki buku itu. Tarik kemudian ingin meminjamnya untuk dibaca-baca. Dengan berat hati, Ahmed meminjamkannya sambil mewanti-wanti Tarik untuk menjaganya karena Alquran adalah kitab suci.
Tarik benar-benar tidak sabar untuk membacanya. Dua minggu kemudian, Tarik mengundang Ahmed ke rumahnya dan mereka berbicara lagi tentang Islam.
Tarik kemudian memberitahu Ahmed bahwa ia percaya Alquran. Menurut Tarik, kitab itu adalah kebenaran dan dia ingin menjadi seorang muslim.
Keesokan harinya mereka pergi bersama-sama ke Islamic Center di Washington DC dan Tarik akhirnya memeluk Islam. Beberapa tahun setelah menjadi mualaf, Allah memberkati Tarik dengan sebuah kesempatan mempelajari Islam di Universitas Islam Madinah.
Tarik akhirnya lulus dengan meraih gelar Associate dalam bahasa Arab dan gelar Sarjana di Ilmu Hadis.
(Ism, Sumber: Onislam.net)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya