Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilusrasi Pernikahan
Dream - Ini kisah pasangan asal Afghanistan, Mohammad Ali (21) dan Zakia (18). Pasangan ini disebut-sebut sebagai " Romeo dan Juliet Afghanistan" , karena lika-liku perjalanan cinta mereka yang sungguh mengharukan. Mereka terlunta-lunta tanpa restu orangtua.
Menurut laman Daily Mail, Selasa 12 Agustus 2014, pasangan ini sejak kecil dibesarkan di sebuah peternakan. Orangtua keduanya saling bertetangga. Namun, dua keluarga itu beda faham. Keluarga Zakia dari etnis Tajik dan menganut Sunni. Sementara keluarga Ali dari etnis Hazara dan menganut Syiah.
Perbedaan itulah yang menjadi pangkal cerita cinta terlarang ini. Keluarga Zakia merasa malu karena putri mereka menikah dengan seorang penganut Syiah. Ali sempat ditangkap dengan tuduhan kejahatan moral, tapi kemudian dilepaskan. Keluarga Zakia bahkan sampai mengancam akan membunuh pasangan ini.

Ali dan Zakia. Sumber foto: Daily Mail
Karena ancaman itulah, Zakia dan Ali terpaksa kawin lari. Mereka kabur dari rumah keluarga Zakia dan bersembunyi. Usia pernikahan mereka memang sudah empat tahun. Namun keduanya tak berani kembali ke rumah karena takut ancaman pembunuhan itu terjadi.
Selama empat tahun itu pula, Zakia dan Ali terus berpindah. Dari rumah satu teman ke teman lainnya. Bahkan dari satu gua ke gua lainnya. Bulan madu pun harus mereka lakukan di dalam kondisi memprihatinkan, di alam bebas, beralaskan batu-batu gua yang keras dan kasar.
Meski hidup dalam keprihatinan selama menikah, pasangan ini tetap setia. Cobaan teramat berat itu tak menggoyahkan hati mereka. Ali tetap mencintai Zakia. Demikian sebaliknya, Zakia tetap menghormati Ali sebagai kepala keluarga.
Sekarang, pasangan ini tinggal bersama keluarga Ali. Semula, ayah Ali menentang pernikahan mereka, sama seperti keluarga Zakia. Namun ayah Ali kemudian sadar. " Saya menyaksikan penderitaan anak saya. Keluarga Zakia masih mengancam kami," tutur ayah Ali.

Ali dan Zakia. Sumber foto: Daily Mail
Sementara, ayah Zakia tetap tak merestui pernikahan anaknya. Sang ayah tetap ingin anak perempuan itu dikembalikan ke keluarga. Ayah dan saudara-saudara Zakia bahkan dilaporkan terus berpatroli di sekitar rumah keluarga Ali.
Organisasi Hak Asasi manusia (HAM) setempat mengatakan, nasib pasangan ini menggambarkan betapa banyaknya kesalahan interpretasi terhadap hukum moral dan sosial di Afghanistan.
Organisasi ini mencatat, 95 persen perempuan Afghanistan dipenjara gara-gara kejahatan moral, seperti lari dari rumah atau melakukan hubungan seks di luar pernikahan. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya