Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Pixabay)
Dream - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Otoritas Palestina meminta bantuan kemanusiaan sebesar US$350 juta, atau setara Rp5,098 triliun. Permintaan itu muncul karena Amerika Serikat (AS) memotong bantuan kemanusiaan ke PBB.
Dikutip dari Al Arabiya, Selasa 18 Desember 2018, PBB dan Otoritas Palestina mengatakan butuh dana lebih besar. Tetapi, dua organisasi itu harus realistis terhadap rendahnya pendanaan.
Rencana Bantuan Kemanusiaan 2019 PBB mengurai 203 program yang akan dilaksanakan 88 kelompok berbeda. Termasuk, badan dari PBB dan organisasi non-pemerintah.
Koordinator Kemanusiaan PBB di Jalur Gaza, Jamie McGoldrick, mengatakan, rencananya program itu untuk 1,4 juta warga Palestina yang membutuhkan makanan, perawatan kesehatan, tempat tinggal, air dan sanitasi.
" Para pelaku bantuan kemanusiaan menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, termasuk pendanaan yang kecil dan meningkatnya serangan untuk medelegitimasi aksi kemanusiaan," kata Jamie.
Sekitar 77 persen dana yang dicari pada 2019 akan digunakan untuk menyuplai kebutuhan warga Palestina di Gaza. Penduduk di Gaza menghadapi situasi kemanusiaan yang mengerikan, setelah bertahun-tahun diblokade oleh Israel.
Selama setahun terakhir, AS memangkas pendanaannya ke Palestina. Temaruk ke agen PBB yang memberikan layanan kepada 5 juta pengungsi Palestina.
AS telah menjanjikan US$365 juta kepada PBB pada 2018. Setelah gelontoran perdana sebesar US$60 juta, AS akhirnya memutuskan bantuan pada Agustus 2018.
Langkah AS itu dilihat sebagai sarana untuk menekan para pemimpin Palestina untuk memasuki perundingan perdamaian dengan Israel.
" Konteks kemanusiaan di oPt (Wilayah Palestina yang Diokupasi) memburuk karena pelanggaran Isarel saat (penduduk) kekurangan sumber daya dan dana karena politisasi bantuan kemanusiaan," kata Menteri Sosial Palestina, Ibrahim Al Shaer.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya