Siaran Langsung Penangkapan Penjahat Ini Bikin Polisi Deg-degan

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 19 November 2018 18:02
Siaran Langsung Penangkapan Penjahat Ini Bikin Polisi Deg-degan
Suara mendesah terdengar dari layar televisi.

Dream - Banyak hal aneh saat penangkapan seorang pelaku kejahatan. Salah satunya saat penangkapan seorang perempuan yang menjadi terduga pelaku pencurian di toko peralatan dewasa.

Dalam siaran langsung penangkapan, yang ditayangkan program PD Live, para polisi dari Kepolisian Franklin County, Ohio, Amerika Serikat, terjebak pada situasi yang aneh. Terdengar suara dari film dewasa yang diputar pelaku.

Dilaporkan SputnikNews, suara mendesah yang terdengar mengusik aksi para polisi itu. Bahkan, bisa saja mengusik para penonton program PD Live yang tayang di televisi.

Untungnya, situasi aneh itu segera teratasi. Polisi menemukan remote televisi dan mematikan tayangan itu.

 

Pernyataan yang dikeluarkan unit Therapy K9 Kepolisian Franklin County, menyebut, bahwa petugas kepolisian melihat dan mendengar banyak hal saat menjalankan tugas.

Tak jarang pula, polisi terlibat pada situasi yang `membuat Anda harus tertawa` karena kecanggungan situasi yang ada.

 

1 dari 4 halaman

Ini Alasan Komodo Tak Pernah Tersebar Hingga Penjuru Dunia, Cuma di Indonesia

Dream - Komodo hidup di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Tetapi reputasinya telah menyebar jauh dan luas di seluruh dunia.

Mencapai panjang hingga 3 meter, kadal purba bergigi setajam silet ini berburu rusa dalam kelompok. Mereka bahkan sesekali dilaporkan menyerang manusia.

Meski terkenal ganas dan menakutkan, komodo termasuk binatang 'rumahan' atau tidak pernah menyebar ke tempat lain selain Pulau Komodo.

Hal itu diungkapkan dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan di Proceedings of the Royal Society B pada Rabu, 14 November 2018.

Satu dekade pengamatan di 10 situs yang ada di empat pulau kediaman komodo mengungkapkan hewan berdarah dingin itu tidak pernah jauh dari tempat mereka dilahirkan.

Bukan berarti mereka tidak mampu menjelajahi tempat-tempat yang jauh dari sarang. Mereka hanya tidak suka melakukannya.

2 dari 4 halaman

Seolah Jadi Paradoks

 Ini Alasan Komodo Tak Pernah Tersebar Hingga Penjuru Dunia

Temuan ini seolah menjadi sebuah paradoks: Nenek moyang mereka mungkin tiba di pulau-pulau itu melalui beberapa kejadian besar di masa lampau. Tetapi generasi sekarang lebih suka tinggal berdekatan dengan sarang.

" Begitu mendiami sebuah pulau, terlepas dari kemampuan luar biasa untuk menyebar, mereka memutuskan untuk menetap selamanya" kata Tim Jessop, profesor ekologi di Deakins University, Australia yang memimpin penelitian ini.

Penyebab perilaku ini kemungkinan berbeda bagi komodo, tergantung pada spesies dan situasinya. Tapi perilaku tersebut tetap membingungkan para peneliti yang dipimpin Jessop.

Umumnya, hewan yang tinggal di satu tempat selama beberapa generasi tanpa pernah berpindah, akan menghadapi berbagai berisiko. Mulai dari melakukan perkawinan sedarah, menghadapi kelangkaan sumber makanan hingga bahaya yang seharusnya bisa dihindari jika mereka pindah ke wilayah lainnya.

3 dari 4 halaman

Hasilnya Mengejutkan

 Ini Alasan Komodo Tak Pernah Tersebar Hingga Penjuru Dunia, Cuma di Indonesia

Para peneliti menduga komodo adalah sejenis hewan yang tidak pandai menjelajah. Tapi fakta tersebut terbantahkan ketika 7 komodo dewasa dipindahkan ke tempat yang jauh dari sarang mereka.

Beberapa dipindahkan sejauh 22 kilometer jauhnya ke sebuah tempat di pulau yang sama. Sedangkan yang lain diangkut melintasi selat ke pulau lain yang jaraknya sekitar 1,6 km.

Hasilnya mengejutkan. Selang empat bulan kemudian, komodo-komodo yang dipindahkan dalam pulau yang sama telah muncul kembali di sekitar sarang mereka.

Hal ini menunjukkan bahwa mereka mampu menjelajah dan melintasi berbagai medan yang berat sejauh puluhan kilometer.

4 dari 4 halaman

Berakibat Fatal

 Ini Alasan Komodo Tak Pernah Tersebar Hingga Penjuru Dunia, Cuma di Indonesia

Sementara para komodo yang dipindahkan ke pulau baru yang terpisahkan laut tetap berada di mana mereka ditempatkan.

Nampaknya, mereka cukup malas untuk kembali ke tempat asalnya jika harus berenang melintasi pulau.

" Satu penjelasan dari perilaku tak mau pindah ini kemungkinan disebabkan oleh sikap hati-hati bahwa membuat satu kesalahan akan berakibat fatal bagi kehidupan mereka" kata Jessop.

Penelitian Jessop diperkuat dengan DNA para komodo yang menunjukkan tanda-tanda terjadi perkawinan sedarah. Para komodo ini juga rentan terhadap kekurangan makanan dan bencana
alam lokal.

" Mereka tetap bertahan di pulau-pulau itu apapun yang terjadi, dan ini sedikit
membingungkan" tambah Jessop.

(Sumber: New York Times)

Beri Komentar
Representasi Feminisme Versi Barli Asmara