Inikah Alasan Tarif Ojol Naik Rp250/KM?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 10 Maret 2020 17:31
Inikah Alasan Tarif Ojol Naik Rp250/KM?
Kenaikan tarif ojek online akan berlaku mulai minggu depan.

Dream - Kementerian Perhubungan resmi menaikkan tarif ojek online (ojol) untuk di Jabodetabek. Kenaikannya sebesar Rp250 per km untuk tarif batas bawah dan Rp150 untuk tarif batas atas.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, membeberkan dua alasan kenaikan tarif ojol.

Yang pertama, Budi mempertimbangkan keadaan ekonomi di Jakarta. “ Yang pertama, perkembangan terhadap ekonomi di Jakarta ini, kan, cepat sekali, ya,” kata Budi di Jakarta, Selasa 10 Maret 2020.

Alasan lainnya yang menjadikan tarif ojol naik, kata dia, adalah masukan dari berbagai pihak. Budi mengatakan perubahan tarif ojol akan ditinjau kembali per tiga bulan sekali.

“ Kalau di regulasi, kan, tiga bulan sekali,” kata dia.

Sekadar informasi, kenaikan tarif ini akan berlaku per 16 Maret 2020.

1 dari 6 halaman

Mulai 16 Maret 2020, Tarif Ojol Naik Rp250 per KM

Dream - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menaikkan tarif ojek online (ojol) berdasarkan tarif batas bawah (TBB) dan tarif batas atas (TBA). Kenaikan tarif ini berlaku mulai 16 Maret 2020.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, mengatakan, TBB naik dari Rp225 menjadi Rp250 per km. Sehingga, tarifnya anyar menjadi Rp2.250 per km.

“ Sedangkan TBA naik Rp150 menjadi Rp2.650 per km,” kata Budi di Jakarta.

 

 © Dream



Dengan kenaikan tarif ini, ongkos perjalanan per 4 km naik dari Rp9 ribu menjadi Rp10.500. “ Ya, (tanggal) 16 Maret kami harapkan kenaikan tarif sudah bisa dijalankan,” kata dia.

Setelah tanggal 16 Maret, Kemenhub akan mengevaluasi kepatuhan aplikator terhadap kenaikan. Rencananya, kenaikan tarif ojol ini berlaku di Jabodetabek.

Laporan: Cindy Azari

2 dari 6 halaman

Mulai Hari Ini, Tarif Baru Ojol Berlaku di Seluruh Indonesia

Dream – Mulai hari ini, Senin 2 September 2019, tarif baru transportasi online akan diberlakukan. Tarif ini berlaku di beberapa kota.

“ Kami mengumumkan mulai tanggal 2 September 2019, pemberlakuan tarif ojek online berlaku di seluruh Indonesia,” kata Direktur Angkutan Darat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Darat, Ahmad Yani, di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com.

Yani mengatakan keputusan tarif tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 348 tahun 2019 yang merupakan turunan atas Permenhub 12/2019.

 

 © Dream

 

Soal rincian, untuk Zona I (Sumatera, Jawa, Bali kecuali Jabodetabek) Rp1.850 - Rp2.300 per kilometer dengan biaya minimal Rp7 ribu—Rp10 ribu.

Untuk Zona II (Jabodetabek), tarifnya mulai Rp2 ribu—Rp2.500 per km. Biaya minimal sebesar Rp8 ribu—Rp10 ribu.

Untuk zona III (Kalimantan, Sulawesi, NTT, Maluku, dan lainnya), tarifnya sekitar Rp2.100—Rp2.600. Biaya minimalnya sebesar Rp7 ribu—Rp10 ribu.

3 dari 6 halaman

Sudah Berlaku di Beberapa Kota

Sebenarnya, tarif baru ini sudah berlaku di banyak kota di Indonesia. Namun belum semuanya. Dilaporkan, tarif baru hanya berlaku di 123 kota.

Dengan adanya keputusan ini, maka tarif baru tersebut akan berlaku di 224 kota di seluruh Indonesia. Rinciannya, 224 kota wilayah operasi Grab serta 221 kota untuk Gojek.

Penyesuaian tarif baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para pengemudi atau driver. Selain itu, diharapkan pula adanya peningkatan jumlah pengguna dari berbagai layanan berbasis online ini. 

4 dari 6 halaman

Jangan Kaget, Tarif Ojek Online Naik Drastis Mulai Hari Ini

Dream - Sejak 30 April 2019 malam, banyak pengguna ojek online yang mengeluhkan kenaikan tarif secara signifikan. Kenaikan tarif mencapai Rp5000 hingga Rp10.000 dari biasanya.

Rupanya hal ini karena mulai diberlakukannya aturan tarif ojek online terbaru yang diterapkan di 5 kota besar. Penerapan mulai efektif per hari ini, Rabu, 1 Mei 2019.

Keputusan tarif baru itu telah diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor KP 347 Tahun 2019 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan Untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi.

 

 © Dream

 

" Peraturan terkait ojek online termasuk tarif (biaya jasa) mulai diberlakukan di 5 kota mewakili 3 zona, yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar," ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, seperti dikutip Rabu 1 Mei 2019.

Adapun ketentuan tarif baru ini memang akan dibagi ke dalam 3 zona. Antara lain, Zona I Sumatera, Jawa dan Bali kecuali Jabodetabek, Zona II Jabodetabek, dan Zona III untuk wilayah Kalimantan, Sulawesi hingga Maluku. Ketentuan tarif ojek online ini juga berlaku nett untuk pengemudi, dengan pemberlakuan biaya jasa minimal di bawah 4 km.

5 dari 6 halaman

Detail Penyesuaian Tarif

Untuk Zona I, Tarif Batas bawah Rp 1.850 per km dengan tarif batas atas Rp 2.300 per km. Biaya jasa minimal yang dikenakan Rp 7.000 sampai dengan Rp 10.000.

Sementara pemberlakuan tarif batas bawah untuk Zona II yakni Rp 2.000 per km dengan ketentuan tarif batas atas Rp 2.500 per km. Biaya jasa minimal yang dikenakan Rp 8.000 sampai dengan Rp 10.000.

 Dibalik Batalnya Pengemudi Gojek Batal Mogok© MEN

Sedangkan pemberlakuan tarif batas bawah untuk Zona III Rp 2.100 per km dan tarif batas atas Rp 2.600 per km, dengan biaya jasa minimal Rp 7.000 sampai dengan Rp 10.000.

Penetapan biaya jasa batas bawah, batas atas maupun biaya jasa minimal ini merupakan biaya jasa yang telah mendapatkan potongan biaya tak langsung berupa biaya sewa penggunaan aplikasi.

Biaya tak langsung merupakan biaya jasa yang ada di dalam pihak aplikator sebanyak maksimal 20 persen, dengan sisa 80 persen menjadi hak pengemudi.

6 dari 6 halaman

Biaya Jasa Minimal

Selain biaya langsung dan tidak langsung, ada juga biaya jasa minimal (flag fall) yakni biaya jasa yang dibayarkan oleh penumpang untuk jarak tempuh paling jauh 4 km.

 Pengojek Diminta Jemput Putri, `Kok Namanya Faris?`© MEN

Lebih lanjut, Budi mengatakan, penerapan tarif ojek online di 5 kota ini akan dievaluasi dalam satu pekan ke depan untuk memperoleh masukan dari respon yang ada. Penentuan lima kota tersebut merupakan upaya mitigasi risiko dan manajemen dalam penerapan regulasi.

" Artinya, kalau di lima kota itu kita lihat bagaimana dinamikanya. Kalau dinamikanya baik dan tidak ada reaksi (negatif), langsung kita berlakukan (di kota lain)," ujar dia.

Laporan: Maulandy Rizky Bayu Kencana/ Sumber: Liputan6.com

Beri Komentar