Dicari 24 Relawan untuk Percobaan Antivirus Corona, Dibayar Rp65 Juta

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 11 Maret 2020 09:13
Dicari 24 Relawan untuk Percobaan Antivirus Corona, Dibayar Rp65 Juta
Relawan akan disuntik dengan dua virus berbeda.

Dream - Dunia kini tengah berlomba mendapatkan vaksin virus Corona yang tengah menjadi wabah di sejumlah negara. Sampai saat ini, penangkal virus bernama resmi Covid-19 yang telah menyebabkan kematian ribuan orang itu belum ditemukan.

Di Inggris, bahkan sedang dicari relawan untuk diinfeksi virus Corona di Queen Mary BioEnterprises Innovation Centre, Whitechapel, London, untuk menemukan vaksin Corona.

Menurut laman Mirror, relawan yang bersedia jadi 'kelinci percobaan' bakal dibayar 3.500 pound sterling atau sekitar Rp65 juta. Relawan akan disuntik dengan virus yang tidak berbahaya.

Pencetus lowongan ini adalah Hvivo. Perusahaan riset ini akan menginfeksi 24 relawan dengan dua virus bersamaan, yaitu 0C43 dan 229E.

Virus ini berasal dari golongan yang berbeda. Virus yang dilemahkan ini bisa mengatasi virus perusak, seperti Covid-19.

1 dari 6 halaman

Dikarantina Dua Minggu

Yang berminat untuk menjadi relawan, harus dikarantina selama dua minggu. Para relawan tak boleh latihan atau kontak fisik dengan orang lain. Mereka hanya akan bisa makan dan minum jenis tertentu.

Setiap perawat atau dokter yang mengerjakan penelitian ini harus mengenakan ventilator dan pakaian pelindung saat mereka bekerja di lab atau dengan bahan apa pun yang mungkin terinfeksi virus, seperti jaringan kotor atau tes darah.

Langkah yang dilakukan Hvivo diamini oleh Badan Pengawas Obat-obatan dan Produk Kesehatan Inggris. Pengujian ini merupakan upaya global senilai US$2 miliar (Rp28,97 triliun) untuk menemukan vaksin virus corona.

Kamu bisa membaca selengkapnya di sini.

2 dari 6 halaman

Gara-Gara Corona, Masker Off White Ditawar Sampai Rp3 Juta

Dream - Wabah virus Corona, Covid-19, membuat banyak orang memburu masker. Akibatnya, harga masker malangit, tak terkecuali produk keluaran merek fesyen yang digemari para hypebeast, StockX.

Dikutip dari Business Insider, Selasa 10 Maret 2020, situs reseller StockX kebanjiran pelanggan di Amerika Serikat. Perusahaan itu menjual masker putih “ Off White” koleksi 2019.

 Penawaran harga masker Off White.© Business Insider

Penawaran harga pun datang bertubi-tubuh. Pada bulan lalu, masker itu laku rata-rata US$80 (Rp1,15 juta). Kini, harganya bisa mencapai US$211 (Rp3,04 juta). Masker Off White bahkan dikabarkan sudah habis terjual.

Masker yang lain harganya juga melejit. Yang biasanya laku US$85 (Rp1,22 juta), kini tembuss US$185 (Rp2,67 juta).

 Masker Off White© Business Insider

Namun, StockX enggan membongkar data harga tertinggi yang pernah ditawarkan oleh pelanggannya.

Meskipun masker laris-manis, para pakar medis mengatakan masker tidak menolong 100 persen untuk mencegah penyebaran virus Corona.

“ Masih ada sedikit risiko. Masker tidak efektif untuk mencegah virus corona,” kata spesialis di Johns Hopkins Center for Health Security, Eric Toner, kepada Business Insider.

3 dari 6 halaman

Stok Masker Rp5 Ribu/Pak di Supermarket Ramayana Menipis

Dream - Informasi viral pengelola Ramayana Departemen Store yang menjual masker dengan harga normal membuat stok di supermarket tersebut habis diburu masyarakat. Keputusan Ramayana tersebut mendapat antusiasme masyarakat di saat banyak pedagang menjual masker dengan harga tinggi.  

Jumlah pembeli yang membludak membuat Ramayana memutuskan untuk menghentikan sementara penjualan masker. Paling tidak kebijakan ini berlaku sampai stok masker baru kembali tiba. 

" Untuk sementara postingan kami turunkan karena persediaan toko menipis sejak postingan dinaikkan," tulis Ramayana dikutip dari akun Twitternya @ramayanads, Kamis 5 Maret 2020.

Diketahui, Ramayana menjual masker satu pak berisi dua masker seharga Rp5 ribu. 

 Stok masker Ramayana menipis.© Akun Twitter @ramayanads.

Lewat akun Instagramnya, @ramayanadeptstore, manajemen menjelaskan jika saat ini perusahaan sedang dalam proses restock dan mendistribusikan masker ke toko-toko Ramayana.

" Kami sudah membaca dan mendata komentar teman-teman terkait lokasi yang sudah kehabisan masker serta saran mengenai sistem penjualannya," tulis pengelola akun tersebut.

" Doakan proses restock ini bisa belangsung cepat dan kami bisa segera memenuhi kebutuhan teman-teman terhadap masker."  

 Ramayana© Instagram @ramayanadeptstore

Tak lupa Ramayana berpesan agar masyarakat yang membeli masker mengutamakan warga yang sedang sakit. " Mereka lebih membutuhkan," tulis akun tersebut.

4 dari 6 halaman

Dipuji Warganet

Langkah perusahaan itu menuai apresiasi dari warganet. Ada yang menyebut upaya penjualan masker harga murah untuk menekan harga yang " gila-gilaan" .

" Salut untuk Ramayana di tengah hilangnya krisis sosial karena mencari keuntungan di atas kesusahan yang lain," tulis @mahmara.

" Terima kasih, Ramayana. Mudah-mudahan bisa diikuti oleh Departemen Store yang lain. Jangan diborong, brader, beli sebutuhnya karena benayak saudara kita yang membutuhkan," tulis @FahreeMuhammad.

" Thank you Ramayana. Moga-moga kalian dihujani kemakmuran dan kesejahteraan yang berkah," tulis @mbahpat.

5 dari 6 halaman

Dampak Corona, Pajak Hotel dan Restoran Dihapus 6 Bulan

Dream - Pemerintah akan membebaskan pajak hotel dan restoran selama enam bulan. Langkah ini bertujuan mencegah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal industri hotel dan restoran yang merugi akibat penyebaran virus Corona.

Dikutip dari Merdeka.com, Jumat 6 Maret 2020, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan, pemerintah akan mengganti Rp3,3 triliun kepada pemerintah daerah. Uang ini merupakan insentif pembebasan pajak hotel. Pembebasan pajak dilakukan untuk membantu hotel dan restoran yang merugi karena dampak virus Corona.

 

 © Dream



Penggantian tersebut berlaku efektif apabila sudah ada aturan turunan dari Kementerian Keuangan berupa Peraturan Menteri Keuangan (PMK). " Ini diberlakukan nanti dengan PMK. Ini kan temporary, bukan pembatalan,” kata Airlangga.

6 dari 6 halaman

Siapkan Dana Rp3,3 Triliun

Dana sebesar Rp3,3 triliun ini merupakan pajak yang seharusnya didapatkan pemerintah daerah atas beroperasinya hotel dan restoran di daerah masing-masing.

“ Kalau pajak restoran dan hotel tidak ditarik, pemda, kan, ada potensi kehilangan pendapatan sebesar Rp3,3 triliun. Nah, ini yang diganti oleh pemerintah," kata dia.

Menurut Airlangga, pembebasan pajak juga menjadi suatu amunisi menahan industri perhotelan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal. Diharapkan, industri perhotelan tetap mampu bertahan walau kunjungan wisatawan menurun.

" Ya makanya pemerintah memberikan saluran keleluasaan untuk pembayaran pajak perhotelan dan restoran. Sehingga diharapkan dari situ ada cash flow tambahan untuk menahan PHK," kata dia.

Beri Komentar