6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Ilustrasi
Dream - Taliban mengeluarkan perintah terbaru untuk wanita yang bekerja agar tetap di rumah saja. Perintah ini diberlakukan sampai sistem yang baru sudah terbentuk.
" Ini prosedur yang sangat sementara," ujar Juru Bicara Taliban, Zabihullah Mujahid.
Taliban telah sembilan hari mengambil alih pemerintahan Afghanistan. Meski belum ada peralihan kekuasaan secara resmi.
Sementara PBB menyoroti temuan adanya pelanggaran yang dilakukan Taliban selama penguasaan kembali Afghanistan. Terutama pelanggaran terhadap hak perempuan yang termuat dalam laporan kredibel.
Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB Michelle Bachelet mengatakan hak-hak perempuan merupakan persoalan yang harus digarisbawahi. Bachelet menyatakan Taliban terbukti tidak menghargai hak para perempuan untuk mendapatkan pendidikan dan bekerja.
Dalam konferensi persnya di Kabul pada hari Selasa, Mujahid membahas proses evakuasi yang dipimpin. Pasukan AS menguasai bandara Kabul dari mana sekitar 58.700 orang telah dievakuasi sejauh ini.
Mujahid menegaskan kembali posisi Taliban, operasi itu harus berakhir pada 31 Agustus. Mengenai situasi wanita Afghanistan, dia mengatakan pembatasan apa pun akan berumur pendek.
" Pasukan keamanan kami tidak terlatih (dalam) bagaimana menangani wanita, bagaimana berbicara dengan wanita, beberapa dari mereka," kata Mujahid.
" Sampai kami memiliki keamanan penuh ... kami meminta wanita untuk tinggal di rumah," ucap dia.
Selain mengungkapkan keprihatinan atas hak-hak perempuan, Bachelet juga mengatakan telah menerima laporan perekrutan tentara anak dan eksekusi cepat oleh Taliban. Dia berbicara pada pertemuan darurat Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa.
Setelah itu, dewan mengesahkan sebuah resolusi yang menegaskan " komitmen tak tergoyahkan" untuk hak-hak perempuan dan anak perempuan. Namun, resolusi tersebut tidak memenuhi apa yang diminta oleh banyak kelompok hak asasi manusia, khususnya, tidak merekomendasikan penunjukan penyelidik khusus PBB untuk Afghanistan.
Sejak kembali berkuasa, Taliban mencoba mencitrakan diri lebih baik dari sebelumnya. Mereka menjanjikan hak-hak bagi perempuan dan anak perempuan serta kebebasan berbicara.
Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, mengadakan pembicaraan dengan para pemimpin negara-negara industri terkemuka G7 lainnya pada hari Selasa untuk membahas krisis Afghanistan.
Ribuan orang termasuk warga negara Inggris, warga negara asing lainnya dan warga Afghanistan yang memenuhi syarat dievakuasi di luar negeri masih menunggu untuk keluar.
Khalid, seorang warga Afghanistan yang bekerja sebagai penerjemah untuk Angkatan Darat Inggris, mengaku lega meski masih merasa sedih karena meninggalkan negara itu. Dia dan keluarganya sekarang berada di utara Inggris.
" Ketika Anda meninggalkan negara Anda, orang-orang Anda, terutama saudara perempuan Anda, saudara laki-laki Anda, ibu Anda, semua orang ... karena hal-hal itu saya sedih, tetapi sekarang saya bahagia di Inggris," kata dia.
Bahkan sebelum Taliban merebut kembali kendali, lebih dari 550 ribu orang terpaksa meninggalkan rumah mereka tahun ini karena pertempuran, menurut UNHCR.
Sementara itu, kepala Badan Intelijen Pusat AS (CIA) mengadakan pertemuan rahasia di Kabul dengan pendiri Taliban Mullah Baradar, sumber mengatakan kepada media AS.
Jika dikonfirmasi, itu akan menjadi pertemuan tingkat tertinggi sejauh ini antara AS dan Taliban sejak jatuhnya Kabul dan pemecatan pemerintah yang didukung AS, dikutip dari BBC.
Dream - Direktur Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA), William Burns, dilaporkan telah melakukan pertemuan rahasia dengan salah satu pimpinan Taliban, Mullah Abdul Ghani Baradar, di Kabul, Afghanistan, Senin 23 Agustus 2021.
Kabar pertemuan ini pertama kali diberitakan oleh The Washington Post pada Selasa, 24 Agustus 2021 yang mengutip pernyataan seorang sumber. Meski demikian, sumber tersebut tidak mengungkapkan isi perbincangan Burns dan Baradar.
Tak hanya itu, pihak AFP juga telah meminta konfirmasi ke salah seorang juru bicara CIA namun ia enggan berkomentar dan tidak bisa membicarakan perjalanan sang bos.
Jika pertemuan tersebut benar dilakukan, ini merupakan kali pertama perwakilan pemerintahan Presiden Joe Biden melakukan pertemuan dengan petinggi Taliban setelah mengambil alih pemerintahan Afghanistan.
Berdasarkan laporan Washington Post, Burns dan Baradar diperkiran membicarakan isu kemungkinan penundaan waktu penarikan pasukan AS yang seharusnya rampung pada 31 Agustus mendatang.
Pekan lalu, Biden juga sempat mebgisyarakatkan bahwa pemerintah AS harus memperpanjang waktu kehadiran militer di Afghanistan agar warga setempat dapat dievakusi dengan maksimal.
Seperti diketahui, saat ini kondisi di Kabul begitu kacau, terutama di bandara, lantaran banyaknya warga yang ingin segera pergi dari kampung halamannya setelah Taliban berkuasa.
" Tak mungkin mengevakuasi orang sebanyak itu tanpa adanya pengorbanan dan potret pilu seperti yang kita lihat," tutur Biden.
Namun Taliban sudah memperingatkan bahwa akan ada konsekuensi jika penarikan pasukan AS dari Afghanistan molor.
" Jika AS atau Inggris memperpanjang waktu evakuasi, jawabannya adalah tidak, atau akan ada konsekuensi," ujar juru bicara Taliban, Suhail Shaheen, kepada Sky News.
Taliban menanti AS dan pasukan negara asing lainnya angkat kaki dari Afghanistan. Mereka menegaskan bahwa struktur pemerintahan Afghanistan baru akan terbentuk ketika pasukan AS sudah tak ada di negara itu.
Sumber: Reuters
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
