Potret Viral Pemuda Berpose Ala Taliban, Gaya Hypebeast Pakai Outfit Branded

Reporter : Putu Monik Arindasari
Kamis, 26 Agustus 2021 16:12
Potret Viral Pemuda Berpose Ala Taliban, Gaya Hypebeast Pakai Outfit Branded
Baru-baru ini pemilik akun twitter @ragipsoylu membagikan potret seorang pria yang mengenakan gaya pakaian mirip Taliban. Bedanya dia memakai barang-barang branded dengan gaya hypebeast.

Dream - Perkembangan Afghanistan sejak Taliban menguasi ibu kota Kabul menjadi sorotan hampir setiap harinya. Selain gelombang eksodus warga yang masih terus berlangsung, aksi para anggota tentara Taliban yang berlalu lalang di jalan utama Kabul juga mencuri perhatian. 

Salah satu yang jadi sorotan adalah gaya berpakaian para milisi Taliban yang dianggap mirip dengan fashionista yang suka bertampil gaya hypebeast.

Foto anggota Taliban itu baru-baru ini diunggah pemilik akun twitter @ragipsoylu. Dia mencocokkan gaya berpakaian pria itu dengan model-model fashion hypebeast yang selama ini terkanal di dunia fashion.

" Steal Taliban Look (sontek penampilan Taliban)," tulis pemilik akun Twitter @@ragipsoylu dalam unggahan pada 19 Agustus 2021 lalu.

 

Pemilik akun twitter @ragisoylu menyebut tentara milisi itu memakai dress panjang oranye yang mirip produk dari Gucci. Di toko aslinya, dress tersebut dibanderol seharga US$ 3.500 atau setara Rp50,4 juta.

Melangkapi tampilannya, pria tersebut memakai acamata yang modelnya mirip 'Ray Ban Julie' bernilai US$161 atau setara Rp2,3 juta.

1 dari 5 halaman

Headband Supreme hingga Sneakers Kece

Tak hanya gaya fashion mirip item keluaran dua brand ternama itu, pria gondrong itu juga tampil dengan rompi army dari Urban Vest dan headband Supreme berwarna merah. Rompi tersebut bernilai US$930 atau setara Rp13,4 juta. Sedangkan headband Supreme yang menghiasi kepala pria itu dibanderol US$175 atau setara Rp2,5 juta.

Sepasang sneakers juga membuat penampilannya makin modis. Ia memakai sneakers Asix Sport senilai US$90 atau setara Rp1,2 yang dilapisi dengan kaus kaki hitam Beymen bernilai US$230, setara Rp3,3 juta.

Akun tersebut juga menyorot scraf dan cincin yang melengkapi gaya pria ini. Scraf  tersebut bernilai US$ 230 atau Rp3,3 juta. Sedangkan cicin Macy's Onyx yang melingkar dijarinya bernilai US$1.143 atau Rp16,3 juta.

Tak bisa dipastikan apakah pria dalam unggahan tersebut benar-benar anggota Taliban atau sekadar seorang pemuda yang sengaja dipakaikan item fashion branded agar terlihat mirip tentara yang dimiliki Taliban. 

2 dari 5 halaman

Komentar Menggelitik Warganet

Busana Taliban© Twitter @ragipsoylu

(Foto: Twitter @@ragipsoylu)

Postingan akun twitter yang merinci fashion item milik pria Taliban ini pun langsung dibanjiri banyak komentar menggelitik dari warganet.

" Jadi kaus kakinya lebih mahal dari sepatunya?" tulis seorang warganet

" Kenapa harga kaus kakinya sangat mahal? Apakah itu anti peluru?" tanya seorang warganet.

" Pria mana di dunia ini yang berani memakai warna seperti itu? Mereka membuat fashion statement yang besar," kata warganet lainnya.

3 dari 5 halaman

Taliban Kembali Berkuasa, Harga Burqa di Afghanistan Melonjak 10x Lipat

Dream - Milisi Taliban kini telah menguasai Kabul, Ibu Kota Afghanistan. Dua pejabat pemerintahan di Afghanistan mengungkapkan Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani juga sudah meninggalkan negara tersebut.

Kondisi pengambilalihan kekuasaan ini membuat kepanikan di kalangan warga Afghanistan sendiri, khususnya pada perempuan.

Warga Afghanistan Kabur hanya Bawa Baju di Badan

Dilansir dari laman indiatoday.in, kembalinya Taliban membuat perempuan yang berada di Afghanistan memilih untuk kembali mengenakan burqa. Pakaian tradisional ini biasanya digunakan para perempuan di Afghanistan, India Utara, dan Pakistan dengan model yang berbeda-beda.

Serbuah wanita yang kembali memburu burqa membuat harga jual pakaian ini di kota Kabul mengalami lonjakan hingga sepuluh kali lipat.

Selama pemerintahan Taliban sebelumnya, perempuan memang diwajibkan untuk menutupi tubuh dan wajah mereka dengan burqa. Selain itu, mereka dilarang sekolah, bekerja atau meninggalkan rumah tanpa saudata laki-laki.

Namun kabar terbaru seperti dikutip dari Merdeka.com, Juru Bicara Taliban Suhail Shaheen di kantor politik mereka di Doha, Qatar kepada Sky News Inggris, seperti dilansir laman Al Arabiya menegaskan ketentuan penggunaan burqa takkan lagi diwajibkan kepada perempuan Afghanistan.

" Burqa bukan satu-satunya hijab, ada berbagai tipe hijab, tidak hanya burqa saja," katanya. Namun Suhail tak menjelaskan jenis hijab yang bisa diterima Taliban di masa kepemimpinannya saat ini

4 dari 5 halaman

Menggunakan Sprei sebagai Burqa

Mengutip dari CNN, seorang perempuan di Kabul mengatakan bahwa rumahnya hanya memiliki satu atau dua burqa yang dipakai oleh ia, saudara perempuan, dan ibunya.

" Jika kami tidak memiliki burqa, kami harus mendapatkan sprei atau sesuatu untuk membuatnya menjadi syal yang lebih besar," kata perempuan tersebut.

Satu-satunya Daerah di Afghanistan yang Tak Mampu Dikuasai Taliban

Baru-baru ini, Taliban menyatakan bahwa mereka membuka akses pendidikan pada para perempuan di negara tersebut. Namun, kelompak pejuang hak asasi mengungkapkan aturan yang diterapkan bervariasi dan tergantung pada pemimpin lokal serta masyarakat itu sendiri.

 

5 dari 5 halaman

Memilih Tetap Tinggal di Rumah

Seorang perempuan berusia 25, yang saat ini bekerja untuk LSM lokal di Herat, Afghanistan mengaku tak meninggalkan rumah selama beberapa minggu karena perang yang terjadi.

Saat ia berbicara dengan warga lain, ia juga mendapati fakta bahwa hanya sedikit perempuan yang berkeliaran di jalan, bahkan dokter wanita memilih untuk berada di rumah hingga situasi yang lebih jelas.

Kisah Pilu Pengungsi Afghanistan: Kelaparan di Bandara, Diberi Makan Tidak Halal

Di masa kekuasaan Taliban pada 1996-2001, perempuan tidak boleh bersekolah, bepergian dan bekerja, dan mereka diwajibkan memakai burqa di tempat umum.

Selain soal pakaian, sejumlah negara dan kelompok pembela hak asasi menyoroti nasib perempuan dalam hal pendidikan di Afghanistan yang kini dikuasai Taliban.

Shaheen meyakinkan perempuan bisa mendapatkan pendidikan dari mulai jenjang pendidikan dasar hingga tinggi.

" Kami sudah mengumumkan kebijakan ini dalam konferensi internasional, konferensi Moskow dan di sini di Doha," kata Shaheen.

Beri Komentar