Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Iran Ingin Tambah Populasi (www.thedailybeast.com)
Dream - Pemerintah Iran resmi melarang penggunaan kontrasepsi permanen dan iklan untuk mengontrol kelahiran. Larangan tersebut diterapkan setelah parlemen negeri Para Mullah tersebut melakukan voting.
Menurut laman Islam.ru, Selasa 12 Agustus 2014, sebanyak 143 dari 231 anggota parlemen Iran menyetujui aturan tersebut. Sebelumnya, pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyerukan peningkatan jumlah populasi di negaranya.
Dengan aturan ini, berarti segala operasi untuk mencegah kehamilan secara permanen, termasuk vasektomi untuk pria dan sterilisasi pada wanita, dilarang. Siapa pun yang melanggar aturan ini termasuk melakukan tindakan kejahatan dan akan didenda. Kecuali operasi karena alasan kesehatan yang mengancam nyawa.
Tak hanya melarang segala bentuk alat kontrasepsi. Pemerintah Iran juga melarang media-media lokal untuk mempublikasikan segala bentuk pengendalian kelahiran.
Saat ini, aturan itu akan dipertimbangkan oleh panel teolog dan ahli hukum yang ditunjuk oleh pemimpin tertinggi, guna menentukan apakah larangan tersebut sudah sesuai dengan ajaran Islam atau tidak.
Larangan penggunaan alat kontrasepsi ini dibuat setelah pemimpin besar Iran Khamenei pada Mei silam mengkritisi kebijakan perencanaan keluarga oleh negara-negara Barat. Khamenei langsung menyerukan rakyatnya untuk memproduksi banyak anak guna " memperkuat identitas nasional" mereka.
Menurut Khamanei, jika ada pembatasan kelahiran, maka sebuah negara akan dihuni oleh orang-orang jompo. " Jika kita bergerak seperti itu, dalam waktu dekat kita akan menjadi negara yang diisi oleh orang tua," kata Khamenei Oktober silam. Untuk diketahui, saat ini penduduk Iran berjumlah sekitar 77 juta jiwa. Sekitar 70 persen dari jumlah itu berusia 35 tahun.
Meski demikian, aktivis kesehatan yakin aturan ini tidak akan menghentikan tindakan penundaan kehamilan, termasuk pengguguran kandungan oleh pasangan di Iran. Dalam kurun Maret 2012 hingga Maret 2013 saja, tercatat ada 12 ribu kasus aborsi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya