Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kedai Starbucks (www.skyscrapercity.com)
Dream - Raksasa kedai penjual kopi Starbucks menolak tudingan bahwa mereka telah menyumbang jutaan dolar Amerika Serikat untuk Israel dan tentara Zionis. CEO Starbucks, Howard Schultz, menyatakan tudingan itu benar-benar keliru.
" Rumor bahwa Starbucks atau Howard memberikan bantuan dana kepada pemerintah Israel atau tentara Israel adalah palsu," kata Schuultz dikutip Dream dari laman Al Arabiya, Senin 11 Agustus 2014.
" Starbucks adalah perusahaan milik publik dan dengan demikian diperlukan keterbukaan dalam setiap sumbangan perusahaan setiap tahunnya melalui proxy statement," tambah dia.
Starbucks bahkan telah menutup kedai terakhir mereka di Israel pada 2003 silam. Kedai terakhir itu ditutup karena tantangan operasional.
Bantahan Staarbucks ini bukan pertama kali dikeluarkan. Sebelumnya, Juru Bicara Starbucks, Jim Olson, mengatakan perusahaannya tak mendukung kepentingan politik manapun.
" Starbucks tidak mendukung kepentingan politik atau agama manapun, dan itu berlaku untuk Howard juga. Tak ada dukungan dana dari Howard atau perusahaan kepada pemerintah Israel untuk tujuan apapun," ujar Olson.
Starbucks memiliki ribuan kedai di berbagai negara. Di Timur Tengah dan Afrika Utara saja, mereka memiliki sekitar 600 kedai yang tersebar di 12 negara.
Jaringan ini kerap disebut-sebut membantu pendanaan Israel. Bahkan, sejumlah kalangan menyerukan boikot produk Starbucks saat Israel gencar menyerang Jalur Gaza, Palestina.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya