Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Setelah sempat kembali memanas, Israel dan Palestina kembali menyetujui gencatan senjata selama tiga hari ke depan. Kesepakatan ini mulai berlaku sejak pukul 21.00 waktu setempat.
Sejumlah kalangan berharap gencatan senjata selama 72 jam ini akan membantu negosiator mencapai kesepakatan perdamaian jangka panjang.
Sebelumnya, gencatan senjata jilid I telah berakhir pekan lalu. Berakhirnya masa damai sementara ini langsung direspon dengan kembali munculnya pertempuran diantara jedya pihak.
Diperkirakan sekitar 2.000 orang tewas akibat konflik yang berlangsung sejak Israel melancarkan operasi pada 8 Juli lalu.
Laporan dari PBB mengungkapkan serangan Israel telah menewaskan lebih dari 1.900 warga Palestina, yang sebagian besar penduduk sipil. Korban tewas di kubu Israel sendiri hanya berjumlah 67 orang termasuk tiga orang warga sipil.
Media Israel melaporkan suara sirene meraung di wilayahnya setelah serangan roket kembali menghantam wilayahnya pada pertengahan malam. Israel merespon aksi itu dengan melakukan serangan udara yang berlangsung hingga Minggu malam.
Beruntung, satu jam sebelum dimulainya gencatan senjata jilid II, tak ada laporan serangan dari kedua kubu.
Setelah pembicaraan diantara kedua pihak terancam gagal, pengumuman kejutan gencatan senjata terjadi jelang Minggu tengah malam.
" Israel telah menerima proposal Mesir untuk gencatan senjata selama 72 jam," ujar seorang pejabat senior Israel seperti dikutip dari laman BBC, Senin, 11 Agustus 2014.
Pejabat terkait menambahkan Israel akan mengirim tim perunding ke Kairo pada Senin jika gencatan senjata berlangsung.
Sementara perunding dari Hamas di Kairo, Izzat al-Reshiq kepada Reuters mengatakan akan melakukan upaya positif terhadap keputusan Israel tersebut.
" Seiring penerimaan Israel terhadap usulan gencatan senjata dan penarikan pasukan tanpa syarat, kami akan menginformasikan respon positif keepada saudara kami di Mesir," ujarnya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya