Pemuda Gaul Mesir Jadi Idola ISIS

Reporter : Ismoko Widjaya
Minggu, 10 Agustus 2014 18:05
Pemuda Gaul Mesir Jadi Idola ISIS
Idolanya itu memiliki rambut keriting yang lumayan trendi serta memakai kacamata hitam berbingkai.

Dream - Militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) punya idola baru. Tidak seperti militan lainnya, idola yang dikenal dengan jihadis hipster itu memiliki rambut keriting yang lumayan trendi serta memakai kacamata hitam berbingkai. Anggota gerakan ISIS berjanggut itu diduga Islam Yaken asal Mesir.

Melalui akun Twitter miliknya, Yaken mengunggah foto sedang naik kuda sambil membawa senapan mesin di belakang serta mengacungkan pedang. Foto lainnya menampilkan penggalan kepala manusia yang di taruh dalam keranjang sambil memuji ISIS dan pemimpinnya, Abu Bakr al-Baghdadi.

Namun di akun sosial media lainnya, Yaken terlihat seperti pemuda normal lainnya yang mungkin sulit tertarik dengan gerakan radikal semacam ISIS.

Menurut Telegraph, Islam Yaken adalah seorang sarjana hukum di Mesir dan dibesarkan dalam keluarga kaya di Kairo. Yaken mendapat pendidikan di sekolah berbahasa Prancis Lycée in Heliopolis di wilayah Kairo dan melanjutkan pendidikan di Universitas Ain Shams. Dia bisa berbicara bahasa Inggris dan Perancis.

Dia dikenal sebagai pemuda yang lucu tapi hormat pada orang. Yaken juga memberi dukungannya kepada mantan presiden Mesir Mohammed Morsi yang berasal dari gerakan Ikhwanul Muslimin. Salah satu teman Yaken, Aliya Mikkawi menulis di Twitter " Kisah Islam Yaken ini sangat menakutkan. Dia dulu satu sekolah dengan saya."

Yaken dilaporkan tinggal di sebuah apartemen milik orang lain di kota Raqqa, Suriah yang menjadi markas ISIS. Dia ingin keluarganya untuk bergabung dengannya. Dia mengatakan kepada ibunya untuk tidak khawatir karena pemiliknya sudah pergi dan mati.

Namun banyak yang mempertanyakan keaslian cerita dan foto Yaken jadi idola di ISIS. " Apakah kita yakin ini bukan tipuan? Apakah orang ini berusaha mencari sensasi saja?" tulis akun lainnya.

Militan ISIS menyerbu sebuah pedesaan yang didominasi Kristen dan sebuah wilayah semi otonom Kurdi baru-baru ini. Serangan itu menyebabkan puluhan ribu warga sipil dan pejuang Kurdi melarikan diri dari daerah tersebut.

ISIS berhasil menguasai sebagian besar Irak utara dan barat melalui serangan besar-besaran pada Juni lalu. Bahkan kota terbesar kedua di Irak, Mosul, juga sudah dikuasai. Serangan ISIS telah mendorong Irak ke dalam krisis terburuk sejak penarikan pasukan AS pada 2011.

 

Beri Komentar