Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (www.collider.com)
Dream - Pembaca berita pada stasiun televisi pemerintah Arab Saudi, Al Ekhbariya, tampil tanpa menggunakan hijab. Penampilan itu menuai reaksi keras dari masyarakat Saudi, sebab sang pembawa berita itu dianggap telah mengumbar aurat dengan meninggalkan cara berpakaian yang sudah diatur dalam Islam.
Dikutip Dream dari Daily Mail, Selasa 5 Agustus 2014, sebenarnya sudah banyak perempuan yang tampil tanpa hijab di layar televisi Saudi. Namun, penampilan pembaca berita minggu lalu itu merupakan kejadian pertama di mana perempuan pembaca berita di stasiun milik pemerinah tidak berhijab, dan bahkan mengenakan baju yang dianggap mengadopsi budaya Barart.
Pengguna Twitter di Saudi ramai membicarakan pembaca berita tersebut dengan hastag berbahasa Arab. Salah satu hastag tersebut berbunyi #NewsEncouragesAdornments. Salah satu pengguna Twitter dengan akun @HoNABIL bahkan melayangkan kritik keras dengan menyebut saluran berita itu adalah 'Zionis musuh agama'.

Pembaca berita Al Ekhbariya. Sumber: Daily Mail
Pengguna Twitter lainnya, @maysaaX, mengatakan bahwa penampilan sang pembawa berita itu sebagai sebuah 'sentakan psikologis'. Namun, di tengah kecaman itu, ada pula yang menilai penampilan itu sebagai sebuah kemajuan.
Dalam klip yang beredar, setidaknya pembaca berita perempuan itu tampil dalam dua busana berbeda. Inilah yang menambah kekecewaan masyarakat Saudi. Sebab, stasiun televisi yang berbasis di Riyadh itu berjanji tidak akan mengulangi penampilan serupa.
Tapi nyatanya sang pembawa berita itu telah tampil tanpa hijab dalam dua kali tayangan. Sehingga saluran yang diluncurkan pada Januari 2004 itu dianggap ingkar janji.
Juru Bicara Radio dan Televisi Saudi, Saleh Al Mughailif, mengeluarkan pernyataan setelah klip pembaca berita itu menyebar di situs online dan ramai dibincangkan. Menurut dia, pembaca berita Al Ekhbariya membawakan materi berita dari London, Inggris.
" Dia tidak di studio Arab Saudi dan kami tidak mentolerir segala pelanggaran nilai-nilai dan sistem negara," kata Al Mughailif. Dia menambahkan, sang pembaca berita itu hanyalah koresponden Al Ekhbariya di London.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya