Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sebuah Resort Di Kepulauan Maladewa (Sumber: Http://english.alarabiya.net)
Dream - Dampak konflik bersenjata Palestina-Israel tak hanya dirasakan penduduk kedua negara di tanah kelahirannya. Efek perang juga dirasakan oleh penduduk Israel yang tengah berlibur di luar negeri.
Dikutip Dream dari laman Al-Arabiya, Senin, 4 Agustus 2014, pelancong Israel terpaksa dievakuasi dari sebuah resort di Maladewa. Pemicunya, salah seorang pelancong merobek-robek poster anti-Israel yang menyamakan benderanya dengan lambang Swastika, Nazi.
Lebih dari 30 warga Israel tersebut telah dipindahkan dari pulau Thulusdhoo ke sebuah tempat aman. Evakuasi terpaksa ditempuh setelah para penduduk yang terkenal penganut Sunni memprotes pencabutan poster tersebut.
Ketegangan memuncak setelah seorang pelancong Israel merobek-robek poster yang sebelumnya dipasang di sebuah pohon kelapa.
Menteri terkait di lingkungan Istana, Mohamed Shareef memastikan para turis telah dievakuasi ke tempat aman.
" Kami khawatir akan terjadi insiden dan itulah mengapa kami mengungsikan para turis Israel ini dari resortnya," kata Shareef.
Pemerintah memastikan Maladewa selama ini tak pernah melarang turis Israel berkunjung ke negara kepulauan ini. Namun, penduduk Maladewa memang sedikit geram dengan aksi kekerasan oleh Israel.
" Para turis Israel hendaknya paham bahwa mereka tengah mengunjungi negara di mana penduduknya 100 persen muslim," katanya. " Kami dengan tegas dan tanpa syarat mendukung Palestina."
Penduduk Maladewa selama ini telah menentukan sikap oposisi terhadap Israel. Belum lama ini, penduduk negara ini telah melarang impor barang-barang dari Israel.
Tak hanya itu, tiga perjanjian kerjasama perusahaan di bidang kesehatan, wisata, dan pendidikan juga dibatalkan.
Kunjungan pelancong dari Israel ke Maladewa memang termasuk kecil, hanya 1 persen dari total wisatawan mancanegara.
Penduduk Maladewa juga telah mulai mengumpulkan uang untuk disumbangkan ke warga Gaza, Palestina.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya