Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Aksi Boikot Produk Sekutu Israel.
Dream - Sejumlah protes keras menentang invasi Israel di Jalur Gaza kembali mengemuka. Kali ini muslim di India yang secara terang-terangan membokiot produk minuman soda asal Amerika Serikat.
Sekitar ratusan hotel dan restoran yang dimiliki oleh muslim India memprotes serangan Israel dengan cara tersebut. Muslim di Mumbai menunjukkan kebencian terhadap Amerika Serikat karena mereka percaya AS merupakan salah satu yang mendukung Israel dalam agresi ini.
Mumbai merupakan ibukota komersial India yang mulai berkomitmen untuk berhenti melayani merek minuman seperti Pepsi dan Coca Cola untuk pelanggan mereka.
" Kami mengikuti prinsip-prinsip ajaran Mahatma Gandhi yang mengajari kami non-kekerasan," kata Jawed Kotwal, pemilik Persia Darbar Hotel seperti dilansir OnIslam, Senin 4 Agustus 2014.
" Kami tidak memaksa siapa pun. Kami hanya berhenti melayani produk-produk kepada pelanggan kami dan memberi mereka pengganti. Perlahan-lahan kita akan mengganti semua produk AS dengan produk India," ucap Jawed menambahkan.
Hampir 2.000 hotel dan restoran di Mumbai telah mulai menjual produk lokal untuk menggantikan produk minuman ringan Pepsi dan Coca Cola kepada konsumen mereka. Dengan cara tersebut, Jawed yang juga anggota All India Restaurant Association memprediksi kerugian sekitar 14 juta rupee atau USD 230.000 akan dihadapi oleh perusahaan tersebut setiap harinya.
Selain Mumbai, sejumlah pemilik hotel di Mumbra, India juga memastikan akan mulai memboikot sejumlah produk AS. Menurut pemilik hotel, aksi boikot produk Israel dan Amerika sebagai upaya membantu produsen lokal. Keputusan ini mendapat sambutan hangat dari sejumlah daerah yang didominasi muslim.
" Kami tidak ingin lagi membeli minuman ini. Kami ingin Amerika dan Israel sadar bahwa apa yang mereka lakukan tidak benar," ungkap Fahad Sheikh, seorang mahasiswa yang menyatakan diri mendukung aksi boikot produk tersebut.
Sebagai alternatif, sejumlah pemilik hotel dan restoran mulai menawarkan minuman seperti jus buah dan jalzeera yang merupakan minuman ringan khas India. Jalzeera merupakan minuman yang terbuat dari jintan dan mint menyerupai rasa limun.
Boikot serupa juga sempat dilakukan oleh para pengusaha hotel dan restoran di India pada tahun 2001 ketika Amerika menginvasi Afghanistan. Produk Coca Cola dan Pepsi yang cukup populer di kalangan warga India saat itu dibatasi penjualannya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya