Protes Israel, Seribu Resto di India Tolak Pembeli Coca Cola

Reporter : Eko Huda S
Minggu, 3 Agustus 2014 08:32
Protes Israel, Seribu Resto di India Tolak Pembeli Coca Cola
"Kami di sini, di India dan bisa melakukan banyak hal. Dan cara yang lebih baik adalah dengan menyerang ekonomi mereka," kata Umar Sheikh.

Dream - Kemarahan kaum muslim India terhadap Israel yang terus menggempur Jalur Gaza, Palestina, sudah tak terbendung lagi. Sebagai aksi protes, mereka memboikot produk minuman ringan yang dikendalikan dari Amerika Serikat.

Dikutip Dream dari laman On Islam, Minggu 3 Agustus 2014, aksi boikot itu dipelopori oleh para saudagar muslim pemilik restoran dan hotel di Mumbai. Mereka menyatakan tak akan menjual produk minuman ringan seperti Coca Cola dan Pepsi.

" Kami di sini, di India dan bisa melakukan banyak hal. Dan cara yang lebih baik adalah dengan menyerang ekonomi mereka," kata Umar Sheikh, pemilik Restoran Shalimar.

" Mereka seharusnya tahu bahwa orang-orang menentang. Dan mereka seharusnya juga menyadari bahwa apa yang mereka lakukan adalah salah," tambah dia.

Aksi boikot produk minuman ringan AS oleh muslim Mumbai ini bukan tanpa alasan. Mereka yakin AS menjadi pendukung utama agresi militer Israel ke Palestina. Mereka mengatakan AS selalu mendukung Israel.

Karena aksi protes ini, lebih dari seribu hotel dan restoran di Mumbai tak lagi melayani para tamu mereka yang memesan minuman ringan seperti Coca Cola dan Pepsi.

" Kami mengikuti prinsip Mahatma Gandhi yang mengajarkan non-kekerasan," ujar Jawed Kotwal, pemilik Persian Darbar, sebuah hotel di Mumbai.

" Kami tidak memaksa siapapun, kami hanya berhenti melayani produk-produk ini kepada pelanggan kami dan memberikan pengganti kepada mereka. Secara perlahan kami akan mengganti semua produk AS dengan produk India," tambah Jawed.

Di Mumbai, yang merupakan kota pusat perekonomian India, terdapat sekitar 2.000 hotel dan restoran yang dimiliki oleh saudagar muslim. Kebanyakan dari mereka saat ini mulai menjual produk lokal untuk menggantikan Coca Cola dan Pepsi.

Aksi boikot ini bukan tanpa risiko. Jawed, yang juga anggota Asosiasi Restoran Seluruh India, mengatakan hotel dan restoran rela rugi demi aksi menentang agresi Israel itu. " Perusahaan-perusahaan menanggung kerugian besar. Kerugian sekitar Rp 2,7 miliar perhari," kata Jawed.

Tak hanya di Mumbai. Aksi boikot ini dengan cepat menyebar ke kota-kota disekitarnya. Aksi ini disambut baik oleh pengusaha lokal. Sebab, dengan boikot produk AS dan Israel, berarti akan memberi tempat untuk komoditas lokal.

Tak hanya pengusaha, para pelanggan rupanya juga mendukung aksi ini. " Kami tidak ingin meminum-minuman itu. Kami ingin AS dan Israel menyadari bahwa bahwa apa yang mereka lakukan itu tidak benar," tutur Fahad Sheikh.

" Sebagai warga India, kami tidak bisa melakukan apapun dari sini. Bagaimanapun, melalui boikot ini kami mungkindapat mempengaruhi pendapatan perusahaan [AS dan Israel] itu sampai batas tertentu," tambah Fahad. (Ism)

Beri Komentar