Osunaarashi, Pesumo Muslim Pertama Dunia

Reporter : Syahid Latif
Sabtu, 2 Agustus 2014 11:30
Osunaarashi, Pesumo Muslim Pertama Dunia
Osunaarashi pertama kali heran dengan olahraga dimana atlet mengangkat lurus kaki dan menghentakannya ke arena.

Dream - Olahraga terpopuler Jepang, Sumo, mulai merambah dunia muslim. Osunaarashi kini menjadi pesumo muslim pertama di dunia yang masuk kancah profesional. Tak hanya itu, Osunaarashi juga mendapat titel sebagai pesumo Afrika, Mesir, dan Arab pertama sepanjang sejarah.

Dikutip dari Dream dari laman Emirate247, Osunaarashi pertama kali berkenalan dengan dunia sumo ketika tengah mengenyam pendidikan akutansi. Bernama asli Abdelrahman Shalan, pria kelahiran di sebuah kota dekat Cairo ini mulai membentuk badannya pada usia 11 tahun.

Di usia 14 tahun, Osunaarashi untuk pertama kalinya melihat olahraga tak lazim dimana atlet mengangkat kaki lurus diikuti hentakan ke lapangan. Penasaran dengan gambar yang dilihatnya, salah seorang teman memperkenalkan olahraga itu sebagai sumo.

Tergoda untuk mencoba olahraga yang menurutnya jelek, remaja ini mencoba mencari lawan di sasana Sumo dan berharap bisa menang.

" Mereka mengizinkan saya bermain di kelas ringan. Berat badan saya 120 Kg dan lawan hanya 60 Kg. Namun dia berhasil menjatuhkan saya tujuh kali," katanya.

Pengalaman kekalahannya ini membuatnya semakin penasaran. Pulang ke rumah, Osunaarashi mencoba mencari tahu olahraga sumo lewat internet. Mulai pencarian pukul 11-12 malam, Osunaarashi baru selesai pukul 8 pagi tanpa sempat pergi mandi.

Meski sebagian besar turnamen top sumo dihuni oleh atlet asing, umumnya Mongolia, Osunaarashi ditolak enam sasana sebelum akhirnya Otake menampungnya.

Osunaarashi pun harus menghabiskan beberapa bulan untuk latihan yang melelahkan dan beradaptasi dengan bahasan dan kebiasaan masyarakat Jepang.

" Di Mesir, ketika kami menyapa orang lain, kami tak perlu membungkukan kepala. Kami hanya melakukan ini kepada Tuhan bukan kepada manusia," katanya.

Hanya dalam dua tahun, Osunaarashi akhirnya berhasil masuk ke divisi top makuuchi. Dalam turnamen terakhir, dia berada di posisi keempat dari lima peringkat, pencapaian yang bisa menambah pemasukan sekaligus gaya hidup.

Saat ini, Osunaarashi hanya mencoba terus berlatih untuk menjadi pemenang grand champion yokozuna. Mimpinya mengangkat Piala Raja dalam turnamen ini. Osunaarashi saat ini sudah mengalahkan dua yokozuna.

" Saya harus membuat bangga orang tua, keluarga, dan negara saya. Saya harus membuktikan pada orang lai yang mengatakan tidak membutuhkan saya," ujar Osunaarashi.

Beri Komentar