Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pesumo Muslim, Osunaarashi (paling Kanan) Dalam Pertandingan Sumo Jepang (www.sumoforum.net)
Dream - Olahraga terpopuler Jepang, Sumo, mulai merambah dunia muslim. Osunaarashi kini menjadi pesumo muslim pertama di dunia yang masuk kancah profesional. Tak hanya itu, Osunaarashi juga mendapat titel sebagai pesumo Afrika, Mesir, dan Arab pertama sepanjang sejarah.
Dikutip dari Dream dari laman Emirate247, Osunaarashi pertama kali berkenalan dengan dunia sumo ketika tengah mengenyam pendidikan akutansi. Bernama asli Abdelrahman Shalan, pria kelahiran di sebuah kota dekat Cairo ini mulai membentuk badannya pada usia 11 tahun.
Di usia 14 tahun, Osunaarashi untuk pertama kalinya melihat olahraga tak lazim dimana atlet mengangkat kaki lurus diikuti hentakan ke lapangan. Penasaran dengan gambar yang dilihatnya, salah seorang teman memperkenalkan olahraga itu sebagai sumo.
Tergoda untuk mencoba olahraga yang menurutnya jelek, remaja ini mencoba mencari lawan di sasana Sumo dan berharap bisa menang.
" Mereka mengizinkan saya bermain di kelas ringan. Berat badan saya 120 Kg dan lawan hanya 60 Kg. Namun dia berhasil menjatuhkan saya tujuh kali," katanya.
Pengalaman kekalahannya ini membuatnya semakin penasaran. Pulang ke rumah, Osunaarashi mencoba mencari tahu olahraga sumo lewat internet. Mulai pencarian pukul 11-12 malam, Osunaarashi baru selesai pukul 8 pagi tanpa sempat pergi mandi.
Meski sebagian besar turnamen top sumo dihuni oleh atlet asing, umumnya Mongolia, Osunaarashi ditolak enam sasana sebelum akhirnya Otake menampungnya.
Osunaarashi pun harus menghabiskan beberapa bulan untuk latihan yang melelahkan dan beradaptasi dengan bahasan dan kebiasaan masyarakat Jepang.
" Di Mesir, ketika kami menyapa orang lain, kami tak perlu membungkukan kepala. Kami hanya melakukan ini kepada Tuhan bukan kepada manusia," katanya.
Hanya dalam dua tahun, Osunaarashi akhirnya berhasil masuk ke divisi top makuuchi. Dalam turnamen terakhir, dia berada di posisi keempat dari lima peringkat, pencapaian yang bisa menambah pemasukan sekaligus gaya hidup.
Saat ini, Osunaarashi hanya mencoba terus berlatih untuk menjadi pemenang grand champion yokozuna. Mimpinya mengangkat Piala Raja dalam turnamen ini. Osunaarashi saat ini sudah mengalahkan dua yokozuna.
" Saya harus membuat bangga orang tua, keluarga, dan negara saya. Saya harus membuktikan pada orang lai yang mengatakan tidak membutuhkan saya," ujar Osunaarashi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya