Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Ilustrasi
Dream - Untuk pemudik yang menggunakan kendaraan bermotor diharapkan berhati-hati terhadap polusi udara. Terutama dari asap kendaraan, yang dapat menyebabkan efek negatif untuk kesehatan pernapasan.
Perjalanan mudik yang membutuhkan waktu lama berpotensi menimbulkan penyakit saluran pernapasan. Penyakit pernapasan dari mulai influenza sampai infeksi paru-paru rawan terjadi saat mudik.
" Rasa letih selama perjalanan itu yang membuat daya tahan tubuh saat mudik mengalami penurunan," ujar Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Marcellus Simadibrata, kepada Dream.co.id.
Risiko penularan penyakit itu pun menjadi semakin tinggi. Ini karena berkumpulnya orang-orang di suatu tempat seperti pos-pos peristirahatan yang disediakan untuk pemudik.
Selain polusi, angin saat perjalanan juga membawa dampak negatif untuk kesehatan. Menurut Marcellus sebaiknya kebersihan dan kesehatan perlu diperhatikan.
" Selain asupan gizi seimbang, penggunaan jaket tebal dan masker bersih dapat membantu mengurangi risiko penyakit saluran pernapasan," jelasnya.
Mencuci tangan dan lebih bersikap hati-hati terhadap kuman dan bakteri sekitar, merupakan beberapa upaya pencegahan yang dapat dilakukan.
" Untuk pemudik baik dengan motor atau mobil, perlu memperhatikan kesehatan sebelum perjalanan," ujar Marcellus.
Marcellus pun menambahkan, ketika kondisi tubuh tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan jauh atau sakit, sebaiknya ditunda sampai daya tahan tubuh benar-benar fit.
" Tunda dahulu sampai benar-benar sehat. Daripada nanti saat lebaran semakin drop, lebih baik dijaga dulu kondisi tubuhnya," katanya.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?