Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Recep Tayyip Erdogan (Wikpedia)
Dream - Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyampaikan kritik keras kepada Israel yang menginvasi Jalur Gaza, Palestina. Dengan berapi-api, Erdogan menyebut Israel tengah menampilkan gaya " fasisme seperti Hitler" .
Laman Al Arabiya, Kamis 31 Juli 2014, memberitakan, kritik tajam itu disampaikan Erdogan dalam pidato umum deklarasi pencalonan presiden di Provinsi Van, Turki bagian timur.
Erdogan tak hanya melontarkan kritik pedas. Dia bahkan dengan bersemangat menyatakan siap mengembalikan penghargaan yang pernah dia terima dari kelompok Yahudi Amerika Serikat sepuluh tahun silam.
" Jika Anda mendukung kekejaman ini, genosida ini, fasisme seperti Hitler ini, dan rezim pembunuh anak-anak, ambil penghargaanmu kembali," ujar Erdogan.
Dia membandingkan Israel dengan diktator Nazi yang telah membasmi orang-orang Yahudi dalam Holocaust. " Apa perbedaan antara tindakan Israel dengan orang-orang Nazi dan Hitler," tanya dia.
" Bagaimana Anda bisa menjelaskan apa yang dilakukan negara Israel di Gaza, Palestina, jika bukan genosida? Ini rasisme, ini fasisme. Ini menjaga semangat Hitler tetap hidup," tegas Erdogan dengan berapi-api.
Erdogan sadar pernyataan ini akan memancing kemarahan Israel dan kelompok Yahudi di Amerika. Dia bahkan telah dituding sebagai seorang yang anti-Semit karena pernyataan kerasnya selama kampanye pemilu.
Tapi Erdogan benar-benar telah siap dengan segala tuduhan itu. Erdogan pun menyebut bahwa selama ini Turki adalah negara yang melindungi orang-orang Yahudi secara sempurna ketika mereka terlunta-lunta.
" Siapa yang mendukung Yahudi ketika mereka terusir dari negara asal mereka? (Yang mendukung) Itu adalah nenek moyang kami, Ottoman," kata dia, mengacu pada perlindungan yang ditawarkan kepada Yahudi saat diusir oleh Spanyol pada abad XV.
" Tidakkah Anda malu? Betapa tidak bermoralnya Anda. Inilah kami yang melindungi orang-orang Yahudi di tanah kami dan mengizinkan mereka hidup dengan aman," tambah dia.
Kecaman Erdogan ini telah mengakhiri kesempatan normalisasi hubungan antara Turki dengan Israel. Hubungan kedua negara memanas sejak 2010, saat Israel menembaki kapal Turki, Mavi Marmara, yang membawa bantuan untuk Palestina.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya