Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Badai Matahari (wikipedia)
Dream - Seorang ilmuwan memperingatkan terjadinya badai matahari super yang dapat mengancam kehidupan di muka bumi. Badai tersebut disebabkan oleh letusan luar biasa di permukaan matahari yang dampaknya bisa sampai ke bumi.
Badai matahari super ini akan mendatangkan malapetaka di muka bumi, terutama sistem komunikasi dan pasokan energi, termasuk listrik. Sarana transportasi terancam lumpuh. Demikian pula pasokan obat-obatan.
" Tanpa energi, masyarakat akan bersaing untuk mengisi bahan bakar di stasiun bahan bakar, mengambil uang cash atau membayar secara online," kata ilmuwan Ashley Dale dikutip Dream dari Daily Mail, Jumat 1 Agustus 2014.
" Air dan pembuangan kotoran akan terpengaruh juga, yang berarti epidemi kesehatan di wilayah perkotaan akan terancam dengan penyakit yang kita pikir telah hilang berabad silam akan kembali," tambah peneliti yang tergabung dalam Satuan Tugas Internasional yang disebut dengan nama Solarmax--bertugas mengidentifikasi risiko badai matahari.
Badai matahari super ini disebabkan letusan yang disertai dengan coronal mass ejections atau CMEs. CMSe merupakan peristiwa paling enerjik dalam tata surya, termasuk gelembung raksasa yang mengandung medan plasma dan magnet yang dilontarkan dari permukaan matahari ke luar angkasa.
Peristiwa ini sering didahului oleh solar flare atau lidah matahari--pelepasan energi matahari dalam bentuk sinar gamma, sinar-X, proton dan elektron. Badai matahari super akan terjadi jika medan magnet yang terkandung dalam CME cukup untuk menyelubungi bumi.
Peristiwa itu akan menyebabkan lonjakan besar arus listrik di tanah dan jalur transmisi. Sehingga terjadi pemadaman listrik secara meluas dan merusak peralatan listrik. Peristiwa ini disebut blackout.
Dale, yang menempuh program doktor teknik kedirgantaraan di Universitas Bristol, mengatakan terjadinya badai matahari super itu tinggal menunggu waktu, sebelum badai matahari terdorong hingga ke bumi.
Badai matahari terbesar sepanjang sejarah terjadi pada tahun 1859 yang dikenal dengan peristiwa Carrington Event. Nama itu diambil dari astronot Inggris yang berhasil melihat lidah api sebelum terjadi badai matahari.
CME yang dilepaskan dalam peristiwa tersebut sekitar 1022 kJ atau setara dengan 10 miliar bom yang meledak di Kota Hiroshima. Peristiwa itu juga disertai lontaran partikel menuju ke arah bumi dengan kecepatan lebih dari 3.000 kilometer perdetik.
Namun, dampak terhadap manusia kala itu masih relatif ringan. Sebab, perangkat elektronik saat itu masih belum sebanyak sekarang. Kala itu, jaringan telegrap tidak lebih dari 200.000 kilometer.
Dale menyebut peristiwa seperti itu tidak bisa dihindarkan lagi. Ilmuwan Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA, telah memprediksi bahwa bumi rata-rata berada pada situasi seperti peristiwa Carington setiap 150 tahun sekali.
Jika demikan prediksinya, peristiwa badai matahari super seperti Carington tersebut seharusnya terjadi lima tahun yang lalu. Dan kemungkinan peristiwa seperti itu akan terjadi pada dekade berikutnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya