Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Presiden Joko Widodo telah meminta target pemeriksaan spesimen Covid-19 ditingkatkan dari 10 ribu menjadi 20 ribu per hari. Tetapi, target tersebut belum dapat tercapai hingga saat ini.
Plt Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan Abdul Kadir, mengatakan saat ini sebanyak 139 laboratorium yang beroperasi. Sementara spesimen yang bisa diperiksa per hari masih sebanyak 19.100 spesimen.
Untuk mencapai target tersebut, Kadir mengatakan ada dua cara yang bisa dijalankan. Cara pertama yaitu menambah jam kerja petugas dua kali lipat.
" Dulunya cuma 6 jam, kita minta 12 jam per hari," ujar Kadir, dikutip dari Merdeka.com.
Menurut Kadir, dengan bekerja selama 6 jam petugas bisa memeriksa 19.100 spesimen. Sehingga jika ditambah menjadi 12 jam, bukan tidak mungkin target 20 ribu spesimen per hari terlampaui.
" Dengan dua kali lipat jam kerja maka target 20 ribu itu pasti akan terlewati," kata dia.
Nantinya, waktu kerja selama 12 jam itu akan dibagi dalam dua shift. Masing-masing shift selama 6 jam.
Selain itu, sumber daya laboratorium juga diperkuat. Salah satunya dengan cara menambah petugas.
Kadir mengatakan saat ini ada 300 tenaga laboratorium yang mengikuti pelatihan selama lima hari. Pelatihan dimulai pada Senin kemarin.
Para tenaga laboratorium tersebut terdiri dari dosen Politeknik Kesehatan, alumni poltekkes, juga mahasiswa poltekkes. Usai pelatihan, mereka akan ditugaskan di 139 laboratorium.
" Mereka nanti akan bekerja langsung dalam laboratorium," kata dia.
Sumber: Merdeka.com/Supriatin.
Dream - Seorang dokter berinisial D, 34 tahun, asal Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Jawa Timur meninggal dunia dengan status positif Covid-19.
D menyusul dua orangtuanya yang telah meninggal beberapa hari sebelumnya namun masih berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP).
Kepala Puskesma Kedungdung, Zahruddin, menjelaskan satu keluarga itu meninggal secara beruntun. Diawali dengan meninggalnya sang ayah berinisial S pada 7 Juni 2020.
S merupakan tenaga medis yang dulunya pernah berdinas di Puskesmas Kedungdung. S sempat dirawat di RSUD dr Muhammad Zyn Sampang dengan status PDP.
" Setelah S meninggal, kemudian dua hari selanjutnya baru istrinya (juga berstatus PDP)," ujar Zahruddin, dikutip dari Koran Madura.
Pada Minggu pagi, 14 Juni, dokter D juga mengembuskan napas terakhir namun dalam status terkonfirmasi positif Covid-19.
Dokter D merupakan putra almarhum S dan diketahui sebagai tenaga medis di Puskesmas Tambelangan.
" D diketahui terpapar Covid-19 setelah melakukan pemeriksaan secara mandiri bersama istrinya, inisial E, 32 tahun, di salah satu rumah sakit Kabupaten Pamekasan," kata Zahruddin.
Menurut dia, istri dari D diketahui sebagai tenaga medis di Puskesmas Robatal, Kabupaten Pamekasan.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang, Agus Mulyadi, membenarkan satu keluarga berprofesi tenaga medis terpapar Covid-19. Menurut dia, kemungkinan dokter D terpapar dari orangtuanya.
Sebab, rumah dokter D berdampingan dengan rumah orangtuanya di Kedundung.
" D tinggal di Kecamatan Kedungdung tapi bertugas di Puskesmas Kecamatan Tambelangan," kata Agus.
Sementara E yang merupakan istri dari dokter D bertugas di Puskesmas Robatal. Menurut Agus, E juga terkonfirmasi positif Covid-19.
" Maka dari itu, istri D saat ini proses penanganannya dibawa ke salah satu rumah sakit di Surabaya. Mudah-mudahan kejadian ini terakhir di Kabupaten Sampang," kata dia.
Demikian pula dengan anak dokter D yang masih berusia 1 tahun. Balita tersebut juga dirawat intensif di rumah sakit di Surabaya.
Sumber: Koran Madura
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan