Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Direktur Progamming Indosiar SCM, Harsiwi Achmad, Di Gedung Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Jakarta, Kamis (13/10/2022). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Dream - Director Programming SCM, Harsiwi Achmad menegaskan jadwal penayangan pertandingan sepakbola Liga 1 pada malam hari tidak ada kaitannya dengan upaya mengakomodasi iklan rokok.
Penjelasan Harsiwi tersebut disampaikan saat menjawab pertanyaan jurnalis usai memenuhi panggilan Komnas HAM di Jakarta, Kamis 13 Oktober 2022.
" Kemarin katanya ada mengakomodasi iklan rokok. Saya katakan sekali lagi. Liga 1 sejak kami siarkan mulai 2018, tidak ada sponsor rokok sama sekali," tegas Harsiwi.
Dia menjelaskan dalam dunia boradcasting terdapat istilah time signal di mana iklan rokok hanya diperolehkan muncul di atas pukul 21.30 WIB. Selain itu iklan rokok juga tidak memilih program untuk penayangannya.
Dengan ketentuan tersebut, semua jenis iklan, termasuk rokok, bisa muncul di berbagai jenis program yang sedang disiarkan di jam tersebut.
" Jadi bisa program apa saja yang tayang di jam tersebut, yang penting tayang di atas 21.30. Apakah itu program Liga Dangdut, Dangdut Academy, sinetron, (iklan rokok) itu tidak memilih program," ungkap Harsiwi.
Sebelumnya Harsiwi juga menegaskan otoritas final dalam penentuan jadwal pertandingan Liga 1 berada di tangan PT Liga Indonesia Bersatu (LIB).
Urutan prosedur penayangan liga sepakbola Liga I di televisi dimulai dari LIB selaku operator yang telah menyusun jadwal pertandingan. Selanjutnya jadwal tersebut dikomunikasikan dengan pihak boradcaster yaitu Indosiar selaku pemegang hak siar Liga I.
" Endingnya, karena yang tahu lapangan LIB maka final otoritas ada di LIB. Kami semua termasuk broadcaster dan seluruh stakeholder mengikuti jadwal final yang dikeluarkan LIB," tegas dia.
Sebagai pihak broadcaster, Indosiar berpegang pada jadwal yang ditawarkan PT LIB yang telah disusun sejak awal, sebelum bergulirnya kompetisi. Meski demikian, lanjut Harsiwi, tidak jarang terjadi perubahan jadwal dikarenakan adanya dinamika di lapangan.
(Sah, Sumber: Liputan6.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya