Dalam 12 Tahun, Kekerasan Seksual Perempuan di Indonesia Naik 8 Kali Lipat

Reporter : Dwi Ratih
Jumat, 13 November 2020 11:12
Dalam 12 Tahun, Kekerasan Seksual Perempuan di Indonesia Naik 8 Kali Lipat
Indonesia masuk darurat kekerasan seksual.

Dream – Melihat kasus kekerasan seksual pada wanita di Indonesia yang terus naik bertahap. The Body Shop Indonesia, natural and ethical beauty brand asal Inggris, memelopori kampanye The Body Shop Indonesia: Semua Peduli, Semua Terlindungi #TBSFightForSisterhood.

Kampanye yang digelar sejak 5 November sampai 7 April 2021 ini, merupakan sebuah respons atas kondisi kritis perempuan dan anak perempuan, yang mengalami kekerasan seksual dan perlu segera mengambil sikap dan tindakan.

Dalam " Virtual Redaksi Visit The Body Shop® Indonesia: Semua Peduli, Semua Terlindungi Sahkan RUU PKS,"  Kamis, 12 November 2020, Ratu Ommaya selaku Public Relations & Community Manager The Body Shop Indonesia memberikan data dari Komisi Nasional Perempuan, kekerasan seksual terhadap perempuan di Indonesia di 2019.

Tercatat di data itu, kekerasan seksual terhadap perempuan di Indonesia mencapai 431,471 kasus, atau naik delapan kali lipat dalam 12 tahun terakhir.

1 dari 4 halaman

Jangan diam saja

Kekerasan seksual terhadap anak perempuan naik 65% di 2019 dibanding dengan tahun sebelumnya. Dengan kondisi pandemik sejak awal 2020, kasus kekerasan terhadap perempuan justru dikhawatirkan  akan makinbmeningkat.

“ Sebagai langkah awal respons atas kondisi kritis bagi perempuan dan anak perempuan, yang mengalami kekerasan seksual dan perlu segera mengambil sikap dan tindakan,” kata Maya, sapaan akrab Ratu Ommaya.

“ The Body ShopIndonesia dipercaya sebagai teman seperjuangan para korban dengan membagikan cerita korban kekerasan seksual sebagai bentuk edukasi juga membuka mata kita semua bahwa permasalahan tersebut nyata,” jelasnya.

Kampanye ini, Maya menambahkan,akan menyuarakan dan mendampingi suara para korban, serta memberikan gambaran nasib para korban dan mengapa perlu segera ada Undang-Undang yang berorientasi pada korban.

 

2 dari 4 halaman

Penegakkan hukum masih ada kendala

Tak sendirian, The Body Shop bersama dengan berbagai pihak; Yayasan Pulih, Magdalene, Makassar International Writers Festival, serta Key Opinion Leader yang memiliki misi dan semangat yang sama dalam penghapusan kekerasan seksual.

Hadir dalam pertemuan virtual hari ini, Wawan Suwandi selaku Public Relations Yayasan Pulih mengatakan, edukasi pencegahan kekerasan seksual sangat penting untuk terus digaungkan kepada masyarakat Indonesia.

Selain sebagai upaya pencegahan, juga penting memberikan informasi mengenai apa yang harus dilakukan bila sebagai korban, sebagai keluarga dan teman korban seandainya hal itu terjadi.

Di sisi lain, Wawan menambahkan, penegakan hukum kasus kekerasan seksual saat ini masih belum ditopang regulasi yang secara spesifik, bicara tentang kekerasan seksual dan berpihak pada korban, sehingga penegakan hukum kasus masih memiliki kendala.

 

3 dari 4 halaman

Kamu bisa turut ramaikan kampanye ini

Ilustrasi© Shutterstock

“ Di dalam RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, korban akan menerima penanganan, perlindungan, serta pemulihan yang dapat membantu korban menjadi lebih baik. Karena itu, RUU Penghapusan Kekerasan Seksual harus segera disahkan untuk menekan laju kasus-kasus kekerasan seksual, dan memulihkan korban kekerasan seksual,” terang Wawan.

“ Sebagai warga negara, kita bisa secara bersama-sama berjuang mendesak pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, salah satunya dengan menandatangani petisi online yang digagas The Body Shop Indonesia,  yang  nantinya  akan diajukan ke  Komisi VIII DPR RI,” lanjutnya.

Untuk turut ramaikan kampanye ini, Sahabat Dream cukup donasi psikoedukasi dan layanan konseling yang ada di kasir The Body Shop Indonesia serta tanda tangan petisi di lokasi yang sama.

 

4 dari 4 halaman

Desak pengesahan RUU PKS

Ilustrasi© Shutterstock

Selain itu, tim The Body Shop Indonesia juga akan mengumpulan sepatu dari customer dan karyawan The Body Shop Indonesia untuk dibawa ke gedung DPR seakan semua pendukung turut hadir serta berjuang untuk mendesak pengesahan RUU PKS.

“ Karena di masa pandemi ini tidak bisa menghadirkan banyak orang, dalam hal ini kami akan meletakkan sepatu-sepatu customer dan karyawan di dekat art installations,” tutup Maya.

Beri Komentar