Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Abclocal.go.com)
Dream - Bulan adalah objek yang unik di tata surya yang asal usulnya masih tetap menjadi misteri. Namun kini ada sebuah teori baru yang menjelaskan bagaimana bulan terjadi, dan itu melibatkan satu tumbukan yang sangat dahsyat.
Teori baru yang dikemukakan para peneliti University of California di Davis, Amerika Serikat ini muncul untuk memecahkan teka-teki mengapa bulan mengandung bahan yang sama seperti Bumi.
Menurut teori giant impact hypothesis, di akhir pembentukan tata surya - objek seukuran Mars menabrak apa yang kemudian akan menjadi Bumi pada 4,5 miliar tahun yang lalu. Tumbukan itu melemparkan kumpulan materi dalam jumlah besar yang akhirnya memadat menjadi bulan.
Tumbukan itu membentuk momentum sudut untuk sistem Bumi-Bulan sehingga bulan berotasi di atas Bumi awal selama lima jam sehari. Selama ribuan tahun, bulan menjauh dari Bumi dan rotasinya melambat menjadi 24 jam sehari seperti sekarang ini.
Namun, ada beberapa masalah dengan teori tersebut, yang coba dipecahkan oleh teori versi baru, yang diterbitkan dalam jurnal Nature.
© Dream
Salah satunya adalah mengapa bulan dan Bumi memiliki komposisi yang sangat mirip? Bulan terbuat dari bahan yang hampir sama seperti Bumi, kecuali beberapa bahan rapuh yang telah hilang sejak lama.
Sarah Stewart dari University of California, Matija Cuk dari SETI Institute, Douglas Hamilton dari University of Maryland dan Simon Lock dari Harvard University, mencoba untuk menunjukkan teori baru tentang keunikan bulan itu.
Pada tahun 2012, Cuk dan Stewart mengatakan bahwa momentum sudut sistem Bumi-Bulan kemungkinan beralih ke sistem Bumi-Matahari yang memungkinkan tumbukan yang lebih dahsyat pada proses awal pembentukannya.
Tumbukan yang sangat dahsyat itu menghasilkan kumpulan materi cair yang merupakan cikal bakal Bumi dan bulan. Setelah Bumi terbentuk, ia berputar dua jam dalam sehari dengan porosnya menghadap ke matahari. Di tengah perjalanannya, sebuah objek sebesar Mars menabrak Bumi.
Karena tumbukan itu mungkin lebih dahsyat dari yang diperkirakan, materi dari Bumi dan yang menabraknya bercampur menjadi satu. Jadi, baik Bumi dan bulan terbentuk dari materi yang sama, yang akhirnya menjelaskan mengapa keduanya memiliki komposisi yang sama.
(Sumber: dailymail.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya