Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Jumlah Muslim di Italia diperkirakan mengalami lonjakan drastis. Dalam lima dekade terakhir, jumlah Muslim di negeri Pizza itu meningkat dari 2.000 jiwa menjadi 2 juta orang.
Data itu terungkap dari hasil survei yang dijalankan Center for New Religions Studies (Cesnur). Direktur Cesnur, yang merupakan sosiolog, Massimo Introvigne, mengatakan, temuan dalam survei tersebut sangat mengejutkan.
" Jumlah ini mengejutkan karena pada 1970 hanya ada antara 2.000 hingga 3.000 Muslim," kata Introvigne.
Dia melanjutkan, jumlah Muslim di Italia tumbuh sangat pesat. Islam merupakan agama terbesar ke dua di Italia. Posisi pertama ditempati Katolik Roma.
Hanya ada empat masjid resmi yang menampung para Muslim di Italia. Tetapi, diperkirakan terdapat 2.000 masjid yang tidak terdaftar.
Untuk memudahkan hubungan antara otoritas Italia dengan Muslim, pemerintah setempat membentuk Dewan Islam Italia. Lembaga ini dimaksudkan untuk mempermudah proses integrasi di Italia.
© Dream
Meskipun telah ada Masjid Agung Roma, hingga saat ini ternyata Islam belum diakui sebagai agama resmi negara.
Pada September lalu, Masjid Agung Roma tidak diperbolehkan dibuka bagi umat Islam untuk menggelar sholat Idul Adha. Ini bukan kali pertama kalinya masjid ditutup.
Berbasis di Turin, Cesnur didirikan pada 1988 oleh para sarjana agama dari sejumlah universitas di Eropa dan Amerika.
Lembaga ini mendapat temuan sebanyak 245.621 warga Italia mengklasifikasikan diri mereka sebagai Muslim. Sementara sebanyak 1.613.500 imigran di Italia teridentifikasi sebagai Muslim.
" Perkiraan 245.621 warga Muslim Italia tumbuh seiring mudahnya akses untuk mendapat status kewarganegaraan bagi para imigran. Mereka bukan orang Italia yang menjadi Muslim, tetapi mereka sudah memeluk Islam saat menerima kewarganegaraan," terang Cesnur.
Italia telah menampung sekitar 400.000 migran baik Muslim maupun penganut Kristen dalam tiga tahun terakhir. Mereka diselamatkan dari kapal kayu reyot yang terombang-ambing di lautan, membawa para migran sebagai penyelundup.
Pejabat urusan dalam negeri Italia menyebut terdapat 124.500 migran yang masuk ke Italia sepanjang Januasi hingga September 2016.
Sumber: express.co.uk
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya