Telur Bisa Berdiri Saat Gerhana Matahari, Ini Penjelasannya

Reporter : Eko Huda S
Kamis, 10 Maret 2016 11:31
Telur Bisa Berdiri Saat Gerhana Matahari, Ini Penjelasannya
Banyak hal yang bisa dipelajari dari Gerhana Matahari Total (GMT) yang terjadi pada Rabu 9 Maret kemarin.

Dream - Banyak hal yang bisa dipelajari dari Gerhana Matahari Total (GMT) yang terjadi pada Rabu 9 Maret kemarin. Salah satunya adalah pengaruhnya terhadap gravitasi di Bumi.

Dan itulah yang diteliti oleh Langkawi National Observatory (ONL), Malaysia. Mereka mengemas penelitian itu secara menarik bersama para murid Sekolah Kebangsaan Sungai Menghulu.

“ Ini sebuah kesempatan yang tidak selalu terjadi dan banyak yang bisa dipelajari oleh murid-murid,” tutur petugas ONL, Karzaman Ahmad, sebagaimana dikutip Dream dari laman The Star Online, Kamis 10 Maret 2016.

Bagaimana penelitian itu? Mereka menggunakan telur yang diletakkan di tanah atau lantai yang rata. Telur-telur itu diletakkan dalam posisi berdiri. Hasilnya cukup menakjubkan, telur-telur itu tak roboh atau jatuh ke posisi miring.

Kok bisa? Ini penjelasannya.....

 

 

1 dari 4 halaman

Mengapa Telur Bisa Berdiri Saat Gerhana?

Menurut peneliti ONL, Siti Aminah Arbain, fenomena itu terjadi ketika posisi bumi itu segaris dengan bulan dan matahari, sehingga menciptakan tarikan gravitasi.

“ Berdasarkan pendapat para ilmuwan, medan gravitasi antara matahari dan bumi mampu menstabilkan elektron dalam telur, memungkinkan mereka untuk berdiri tegak,” tutur Siti Aminah sebagaimana dimuat laman Bernama.

Tentu saja demonstrasi ini sangat menarik perhatian masyarakat. Mereka menjadi lebih tahu tentang apa saja yang terjadi selama gerhana matahari. Jadi, bukan mitos yang didengungkan, melainkan pengetahuan.

Jika sejumlah wilayah di Indonesia bisa menyaksikan GMT, maka di Malaysia hanya bisa menikmati gerhana matahari sebagian saja. Warga negeri jiran itu bisa menyaksikan fenomena alam ini sejak pukul tujuh pagi waktu setempat.

2 dari 4 halaman

Ini Perbincangan Rasul Usai Salat Gerhana

Dream - Saat gerhana terjadi di masa Nabi, banyak orang mengaitkan fenomena itu dengan wafatnya Ibrahim, putra Rasulullah SAW.

Ia adalah putra kesayangan Nabi Muhammad. Dugaan ini langsung dibantah oleh Rasulullah SAW sembari menjelaskan bahwa kejadian gerhana tidak ada kaitannya dengan kematian dan kehidupan siapa pun.

Gerhana hanyalah fenomena alam biasa, yang terjadi atas kehendak Sang Pencipta Alam. “ Apabila kalian mendapati fenomena ini, ingatlah Allah,” demikian pesan Nabi Muhammad SAW, (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Di antara media paling baik untuk mengingat Allah ialah salat. Makanya saalat gerhana sangat dianjurkan, sunah mu’akkad. Bahkan makruh meninggalkannya. Usai salat, menurut Madzhab Syafi’i disunahkan dua khotbah, laiknya khotbah hari raya (‘Idul Fitri dan ‘Idul Adlha).

Seketika selesai shalat gerhana, Nabi Muhammad SAW menyempatkan diri berbincang-bincang dengan para sahabatnya.

Mungkin obrolan ini dimulai setelah Nabi melaksanakan khotbah. Hasil obrolan itu terekam baik dalam Shahih Muslim. Kisah ini diceritakan oleh Ibnu ‘Abbas yang turut hadir mengikuti shalat gerhana bersama Rasulullah SAW. Berikut petikan obrolannya;

“ Wahai Rasulullah, kami melihat engkau sepertinya mendapatkan sesuatu di tempat anda berdiri ini. Kami juga melihat Anda menahan kedua tangan?” tanya sahabat.

“ Sesungguhnya aku melihat surga. Aku mendapati satu tanda darinya. Sekiranya Kuambil, niscaya kalian akan memakannya selama dunia ini berputar. Aku juga melihat neraka, sebuah pemandangan mengerikan yang belum pernah kusaksikan sebelumnya. Kulihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita,” kata Rasulullah SAW.

“ Apa sebabnya?”

Selengkapnya klik di sini.

[crosslink_1]

3 dari 4 halaman

Mitos dan Legenda Gerhana Matahari

Dream - Salah satu peristiwa alam paling langka gerhana matahari total akan bergulir pada ini di wilayah Indonesia.

Gerhana matahari total, yaitu ketika bulan benar-benar menghalangi sinar matahari seluruhnya. Adalah peristiwa spektakuler, yang sangat diantisipasi oleh para ilmuwan dan sebagian masyarakat awam.

Namun tidak semua orang berharap bertemu dengan gerhana matahari total, terutama yang masih memiliki pemikiran tradisional atau yang percaya pada mitos.

Menurut mereka, hilangnya sinar matahari karena tertutup bulan secara perlahan-lahan diasumsikan sebagai peristiwa yang menakutkan atau membawa petaka bagi umat manusia.

Edwin C. Krupp, astronom dan direktur Observatorium Griffith di Los Angeles, menulis buku kisah-kisah kuno tentang mitos benda langit yang berjudul 'Beyond the Blue Horizon: Myths and Legends of the Sun, Moon, Stars and Planets'.

Menurut Krupp, kata eclipse (gerhana) diambil dari bahasa Yunani ekleipsis yang berarti ditinggalkan. Jadi, dalam tradisi Yunani kuno, ketika ada gerhana, maka matahari meninggalkan manusia dalam kegelapan, yang menimbulkan ketakutan dan kekhawatiran bencana alam.

Baca selengkapnya di tautan ini

(Ism) 

4 dari 4 halaman

7 Gerhana Matahari Paling Terkenal Sepanjang Sejarah Manusia

Dream - Gerhana Matahari Total (GMT) bakal terjadi hari ini 9 Maret 2016. Dan 12 provinsi di Indonesia bisa menyaksikan fenomena alam yang langka ini.

Gerhana matahari total yang terjadi pada Rabu besok menjadi perhatian banyak peneliti. Ilmuwan dari berbagai negara datang ke Indonesia, termasuk peneliti Lembaga Antariksa Amerika Serikat (NASA).

Namun tahukah Anda bahwa ada 7 gerhana matahari paling terkenal yang tercatat dalam sejarah umat manusia?

Gerhana-gerhana ini terjadi sekaligus “ menandai” peristiwa penting yang terjadi kala itu.

Gerhana-gerhana yang tercatat itu terjadi mulai zaman sebelum Masehi, kelahiran Nabi Muhammad, hingga zaman Eisntein. Berikut gerhana matahari paling terkenal itu:

Baca selengkapnya di tautan ini

(Ism, livescience.com)

Beri Komentar