Tempuh Perjalanan 16 Jam, Tim BAZNAS Masuki Kota Palu Lewat Jalur Darat

Reporter : Ayu Siti Rachma
Sabtu, 29 September 2018 17:54
Tempuh Perjalanan 16 Jam, Tim BAZNAS Masuki Kota Palu Lewat Jalur Darat
Tim yang dibawa terdiri dari personil BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) serta Tim medis dari Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Makassar yang bertugas melakukan penyelamatan korban.

Dream - Pasca terjadinya gempa 7.7 SR di Palu, Tim BAZNAS menempuh perjalanan darat selama 16 hingga 18 jam dari Makassar menuju pusat bencana. Tim yang dibawa terdiri dari personil BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) serta Tim medis dari Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Makassar dengan tugas melakukan penyelamatan orban.

Sebelumnya koordinator Tim BAZNAS, Ade Hilman mengatakan tim terus berkoordinasi dengan pihak Lapangan Udara Makassar untuk memperoleh kepastian terbang. Namun karena bandara masih tertutup pasca gempa, untuk mempercepat bantuan Tim langsung bergerak dengan menggunakan jalur darat.

"Kami mengupayakan dapat turut terbang dengan Hercules karena saat ini banyak jalur menuju Palu yang masih terputus akibat gempa bumi. Namun masih harus menunggu kepastian terbang dari pihak Lanud, sehingga Tim berinisiatif untuk menempuh jalur darat sambil terus berkoordinasi agar tidak menemui kendala," katanya.

Ade mengatakan, saat ini tim tengah menyiapkan perlengkapan dan bantuan yang akan dibawa ke lokasi bencana.

(Foto: Baznas)© (Foto: Baznas)

"Kami membawa barang-barang yang paling dibutuhkan saat ini seperti terpal, dan kebutuhan logistik lainnya terutama air minum dan makanan siap saji," katanya. Sedangkan Tim RSB Makassar berangkat menggunakan mobil ambulans dengan membawa obat-obatan.

Direktur RSB Makassar, dr. Disman menambahkan mobil ambulans yang berangkat akan dimanfaatkan sebagai mobil operasional untuk mengangkut jenazah yang dievakuasi serta pertolongan kepada korban luka. Ia mengatakan, Tim RSB Makassar akan bergerak cepat menuju lokasi karena Tim medis dari RSB Parigi Moutong yang jaraknya lebih dekat justru terkendala akses untuk mencapai Kota Palu dan Kabupaten Donggala.

"Dari Parigi Moutong ke Palu hanya ada satu akses jalan melewati pegunungan, saat ini jalan tersebut longsor dan menimpa sejumlah mobil. Hanya kendaraan roda dua yang dapat melewati jalan tersebut," katanya.

Perbaikan jalan yang memang sering terkena longsor di pegunungan ini biasanya memerlukan waktu minimal 10 jam hingga dapat kembali dilewati kendaraan tertentu.

Di lain sisi, RSB Parigi Moutong saat ini juga turut terkena dampak bumi, sejumlah fasilitas mengalami kerusakan. Namun berbagai kendala tersebut tidak menyurutkan tekad RSB Parigi Moutong untuk segera bergabung menolong korban bencana.

Beri Komentar