Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Sumber Foto: BAZNAS)
Dream - Pasca terjadinya gempa 7.7 SR di Palu, Tim BAZNAS menempuh perjalanan darat selama 16 hingga 18 jam dari Makassar menuju pusat bencana. Tim yang dibawa terdiri dari personil BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) serta Tim medis dari Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Makassar dengan tugas melakukan penyelamatan orban.
Sebelumnya koordinator Tim BAZNAS, Ade Hilman mengatakan tim terus berkoordinasi dengan pihak Lapangan Udara Makassar untuk memperoleh kepastian terbang. Namun karena bandara masih tertutup pasca gempa, untuk mempercepat bantuan Tim langsung bergerak dengan menggunakan jalur darat.
"Kami mengupayakan dapat turut terbang dengan Hercules karena saat ini banyak jalur menuju Palu yang masih terputus akibat gempa bumi. Namun masih harus menunggu kepastian terbang dari pihak Lanud, sehingga Tim berinisiatif untuk menempuh jalur darat sambil terus berkoordinasi agar tidak menemui kendala," katanya.
Ade mengatakan, saat ini tim tengah menyiapkan perlengkapan dan bantuan yang akan dibawa ke lokasi bencana.

"Kami membawa barang-barang yang paling dibutuhkan saat ini seperti terpal, dan kebutuhan logistik lainnya terutama air minum dan makanan siap saji," katanya. Sedangkan Tim RSB Makassar berangkat menggunakan mobil ambulans dengan membawa obat-obatan.
Direktur RSB Makassar, dr. Disman menambahkan mobil ambulans yang berangkat akan dimanfaatkan sebagai mobil operasional untuk mengangkut jenazah yang dievakuasi serta pertolongan kepada korban luka. Ia mengatakan, Tim RSB Makassar akan bergerak cepat menuju lokasi karena Tim medis dari RSB Parigi Moutong yang jaraknya lebih dekat justru terkendala akses untuk mencapai Kota Palu dan Kabupaten Donggala.
"Dari Parigi Moutong ke Palu hanya ada satu akses jalan melewati pegunungan, saat ini jalan tersebut longsor dan menimpa sejumlah mobil. Hanya kendaraan roda dua yang dapat melewati jalan tersebut," katanya.
Perbaikan jalan yang memang sering terkena longsor di pegunungan ini biasanya memerlukan waktu minimal 10 jam hingga dapat kembali dilewati kendaraan tertentu.
Di lain sisi, RSB Parigi Moutong saat ini juga turut terkena dampak bumi, sejumlah fasilitas mengalami kerusakan. Namun berbagai kendala tersebut tidak menyurutkan tekad RSB Parigi Moutong untuk segera bergabung menolong korban bencana.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya