Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Vaksin Moderna (Shutterstock.com)
Dream - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan usulan untuk vaksinasi dosis ketiga telah disetujui Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN). Tetapi, vaksinasi ketiga ini hanya bagi tenaga kesehatan.
Budi mengatakan kondisi vaksinasi saat ini belum sepenuhnya mencakup seluruh target. Sehingga vaksinasi ketiga hanya diberikan kepada nakes.
" Karena tenaga kesehatan kita itu setiap hari bertemu dengan virus yang tinggi sekali kadarnya dan mereka harus kita lindungi mati-matian agar bisa konsentrasi bekerja," ujar Budi dalam konferensi pers disiarkan kanal PerekonomianRI.
Budi menyatakan pihaknya telah berdiskusi dengan BPOM dan ITAGI terkait rencana vaksinasi ketiga ini. Sudah diputuskan vaksinasi ketiga untuk nakes akan menggunakan vaksin Moderna.
Berdasarkan hasil uji klinis, vaksin Moderna terbukti ampuh melawan sejumlah varian baru Covid-19 baik Alpha, Beta, dan Gamma. Hal ini menjadi pertimbangan pemberian vaksin Moderna untuk nakes agar dapat memberikan kekebalan terhadap varian baru tersebut.
" Vaksin Moderna ini rencananya akan datang di hari Minggu dan diharapkan mulai minggu depan sudah bisa kita mulai," kata Budi.
Indonesia mendapatkan bantuan vaksin Moderna dari AS sebanyak 4 juta dosis dan akan tiba secara bertahap. Tahap pertama, vaksin Moderna sampai di Indonesia akhir pekan nanti.
BPOM sendiri telah mengeluarkan izin penggunaan darurat untuk vaksin Moderna. Vaksin ini akan menjadi vaksin mRNA pertama yang digunakan di Indonesia.
Dream - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menerbitkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin Covid-19 Moderna. Vaksin ini siap digunakan pada vaksinasi nasional untuk usia 18-65 tahun.
" Kami menambahkan lagi satu jenis vaksin Covid-19 yang telah mendapatkan Emergency Use Authorization dari Badan POM dari Indonesia yaitu vaksin Moderna," ujar Kepala BPOM, Penny Lukito, dalam konferensi pers virtual disiarkan kanal YouTube Badan POM RI.
Vaksin Moderna menjadi produk pertama dengan metode mRNA yang digunakan di Indonesa. Dengan tipe yang sedikit berbeda, vaksin Moderna ini membutuhkan perlakuan khusus dibandingkan vaksin yang sudah digunakan lebih dulu seperti Sinovac, AstraZeneca, dan Sinopharm.
Vaksin Sinovac dan AstraZeneca, misalnya, merupakan vaksin yang dibuat dengan metode inactivated virus atau virus yang sudah tidak aktif. Dua vaksin ini dapat disimpan pada suhu 2-8 derajat celcius.
Meski demikian, Penny menjelaskan produsen vaksin Moderna menyertakan teknologi penyimpanan vaksin ketika dikirim ke Indonesia. Menurut Penny, vaksin ini dapat bertahan pada suhu -20 derajat Celcius.
" Karena ini diterima melalui Covax Facility, mereka akan memberikan vaksin ini bersamaan dengan teknologi penyimpanan dan distribusinya, tentunya akan mempengaruhi juga target-target lokasi di mana vaksin ini akan diberikan," kata dia.
Untuk penggunaannya, Penny menerangkan vaksini ini diberikan dengan injeksi atau suntikan intramuscular dengan dosis 0,5 mililiter. Vaksin diberikan dengan dua dosis dalam jeda satu bulan.
Selanjutnya, Penny menjelaskan terdapat efek samping tertentu dari penggunaan vaksin ini. Berdasarkan data uji klinis, efek samping baru muncul usai penyuntikan dosis kedua.
" Kejadian ini umumnya didapatkan setelah mendapatkan penyuntikan kedua dan profil keamanan umumnya pada usia di bawah 65 tahun," terang dia.
Meski begitu, vaksin Moderna dapat diberikan kepada masyarakat yang memiliki komorbid tertentu. Di antaranya sakit paru kronis, jantung, obesitas besar, diabetes, liver, HIV/AIDS.
" Jadi bisa diberikan kepada populasi dengan komorbid berdasarkan hasil uji klinik fase 3," ucap Penny.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya