Ini Otak di Balik Kampanye Pepes 'Jokowi Menang Tak Ada Azan'

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 6 Maret 2019 13:00
Ini Otak di Balik Kampanye Pepes 'Jokowi Menang Tak Ada Azan'
CW menyiapkan skenario isu, merekam, dan meviralkannya.

Dream - Polisi mengungkap dalang penyebaran hoaks oleh tiga perempuan di Karawang, Jawa Barat. Salah satu perempuan yang telah ditetapkan sebagai tersangka, CW, diduga sebagai otak kampanye hitam kepada paslon Capres 01 Joko Widodo.

" Yang paling dominan itu si tersangka CW, dia sebagai kreator sekaligus buzzer. Ini aktor intelektualnya," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, dikutip dari Liputan6.com, Selasa 5 Maret 2019.

Dedi mengatakan, CW memiliki latar belakang pendidikan tinggi. CW berprofesi sebagai guru privat bahasa Inggris. " Kalau yang dua (ES dan IP) hanya lulusan SD. Satu penjual karedok, yang satunya ibu rumah tangga biasa," ujar dia.

ES dan IP, kata Dedi, membantu CW karena merasa dekat sebagai kerabat. " Dua (tersangka) ini enggak ngerti apa-apa. Ini gaptek juga. Jadi ikut serta saja," ucap dia.

1 dari 1 halaman

CW Tak Mungkin Mendapat Penangguhan Penahanan

Dedi mengatakan, CW menyampaikan isu bila Jokowi menang tak ada azan dan pernikahan sejenis bakal dilegalkan.

Sosok CW jugalah yang mengarahkan ES dan IP agar menyampaikan isu tersebut ke masyarakat dan direkam untuk disebar melalui media sosial.

Pihak keluarga ES dan IP sedang mengajukan permohonan penangguhan penahanan. Polisi membuka peluang tersebut.

" Tapi ini (CW) enggak mungkin, karena ini aktor intelektual. Dia sebagai kreator sekaligus buzzer," kata dia.

Sumber: Liputan6.com/Nafiysul Qodar

Beri Komentar
Roger Danuarta Ogah Lihat Cut Meyriska Tampil Modis