Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Polisi mengungkap dalang penyebaran hoaks oleh tiga perempuan di Karawang, Jawa Barat. Salah satu perempuan yang telah ditetapkan sebagai tersangka, CW, diduga sebagai otak kampanye hitam kepada paslon Capres 01 Joko Widodo.
" Yang paling dominan itu si tersangka CW, dia sebagai kreator sekaligus buzzer. Ini aktor intelektualnya," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, dikutip dari Liputan6.com, Selasa 5 Maret 2019.
Dedi mengatakan, CW memiliki latar belakang pendidikan tinggi. CW berprofesi sebagai guru privat bahasa Inggris. " Kalau yang dua (ES dan IP) hanya lulusan SD. Satu penjual karedok, yang satunya ibu rumah tangga biasa," ujar dia.
ES dan IP, kata Dedi, membantu CW karena merasa dekat sebagai kerabat. " Dua (tersangka) ini enggak ngerti apa-apa. Ini gaptek juga. Jadi ikut serta saja," ucap dia.
Dedi mengatakan, CW menyampaikan isu bila Jokowi menang tak ada azan dan pernikahan sejenis bakal dilegalkan.
Sosok CW jugalah yang mengarahkan ES dan IP agar menyampaikan isu tersebut ke masyarakat dan direkam untuk disebar melalui media sosial.
Pihak keluarga ES dan IP sedang mengajukan permohonan penangguhan penahanan. Polisi membuka peluang tersebut.
" Tapi ini (CW) enggak mungkin, karena ini aktor intelektual. Dia sebagai kreator sekaligus buzzer," kata dia.
Sumber: Liputan6.com/Nafiysul Qodar
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya