Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi
Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya
Piramida Di Mesir (Foto: AFP)
Dream - Guru Besar Egyptology dari University of Liverpool, Roland Enmarch membagikan teori baru teknik pembuatan piramida terbesar di Giza. Teori baru itu muncul dari temuan jalan berundak yang terawat baik sejak era Piramida Besar sekitar, 4.500 tahun yang lalu.
" Kami pikir ini dapat secara signifikan mengubah teori tentang bagaimana para pekerja mampu mengangkut batu-batu besar ke ketinggian," tulis Roland, dikutip dari Newsweek, Selasa, 13 November 2018.
Enmarch mengatakan, selain dapat menentukan proses pembangunan piramida, tangga itu juga dapat mengkontruksi temuan katrol ratusan tahun lalu.
Enmarch menyebut, undakan menyerupai tangga itu diduga dulunya memiliki penyangga kayu. Dugaan itu muncul dari lubang di bawahnya batuan yang tersusun melintang itu.
" Pola dari lubang masa lalu itu cukup baik untuk membuktikan rekontruksi awal sistem katrol yang digunakan untuk mengangkat batuan-batuan besar pualam, hasil penambangan," kata dia.
Enmarch mengatakan, proses pengangkatan batuan itu dilakukan menggunakan tali dengan ukuran yang terbatas. Tali-tali dililit di sepanjang lubang pada blok-blok pualam.
Beberapa penambang berada di atas bangunan, sementara yang lain menarik tali ke bawah untuk mengangkat batuan pualam. Kedua kelompok mengerahkan kekuatan untuk menarik blok-blok keluar dari tambang.
Sistem pengangkutan batu ini menggunakan ruang terbatas yang tersedia secara efisien di undakan.
Sistem katrol pertama dikenal dari peradaban Yunani pada 2.000 tahun sebelum Masehi. Tetapi, temuan dari tambang pualam Hatnub ini memunculkan asumsi bahwa katrol telah digunakan sejak masa Mesir.
" Tuas pengangkutan Hatnub juga jauh lebih curam daripada kebanyakan rekonstruksi sebelumnya di Mesir," kata dia.
Banyak teori lain yang sebelumnya telah diajukan untuk pembangunan Piramida Besar. Enmarch menyebut teori yang muncul misalnya, tanjakan melingkar di sekitar sisi piramida.
Ada juga banyak asumsi yang melibatkan tuas dan mekanisme serupa.
" Dan, tentu saja, selalu ada orang-orang yang kurang imajinatif dan tidak bisa menerima penjelasan manusia, dan bukannya tanpa alasan membangkitkan alien atau Atlanteans," ujar dia.
Advertisement
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai

Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane


3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga

Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah

5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula

Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A